MATARAM — Langkah Mori Hanafi untuk memimpin KONI NTB periode mendatang resmi dimulai. Ia datang bersama timnya ke Sekretariat KONI NTB untuk menyerahkan berkas pendaftaran pada Selasa (11/8/2026), dengan membawa modal dukungan yang cukup tebal dari pengurus cabor dan KONI di tingkat kabupaten/kota.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Ketua KONI NTB, H Suhaimi, membenarkan bahwa berkas dukungan Mori telah memenuhi ketentuan yang berlaku. "Untuk syarat dukungan sebagai calon sudah dipenuhi Mori. Dia membawa dukungan dari 33 cabang olahraga anggota KONI NTB dan empat KONI kabupaten/kota di NTB," ujarnya, Selasa sore.
Dukungan yang dibawa Mori bukan angka kecil. Dari total cabor yang bernaung di bawah KONI NTB, ia berhasil mengumpulkan 33 dukungan resmi. Selain itu, empat KONI kabupaten/kota juga menyatakan dukungannya, menjadikannya salah satu kandidat dengan dukungan awal yang signifikan di bursa calon ketua.
Jumlah ini menjadi sinyal kuat peta dukungan di internal organisasi olahraga NTB. Meski demikian, proses verifikasi oleh TPP masih akan berlanjut untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi dan faktual dukungan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan.
Di tengah lengkapnya syarat dukungan, terdapat satu dokumen administrasi yang belum disertakan Mori, yakni Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Namun, kekurangan ini tidak serta-merta menggugurkan pendaftarannya.
Suhaimi menegaskan, sesuai ketentuan penjaringan, bakal calon masih diberikan ruang untuk melengkapi berkas. "Hanya satu syarat administrasi yang belum dipenuhi, yakni SKCK. Akan dilengkapi besok. Sesuai ketentuan, masih ada waktu hingga 18 Agustus untuk perbaikan," jelasnya.
Dengan dinyatakannya syarat dukungan terpenuhi, nama Mori Hanafi resmi masuk dalam bursa bakal calon Ketua KONI NTB. TPP kini memiliki tugas untuk melakukan verifikasi faktual dan administrasi lebih lanjut terhadap seluruh berkas yang telah diserahkan.
Proses penjaringan ini akan berlangsung sesuai mekanisme yang telah dijadwalkan, dengan batas akhir perbaikan berkas pada 18 Agustus 2026. Setelah tahapan ini rampung, TPP akan menentukan calon yang berhak melaju ke tahap pemilihan.
Mori Hanafi menjadi salah satu figur yang mencuat dalam kontestasi kali ini. Dengan dukungan yang telah dikantonginya, ia dipastikan akan menjadi pesaing serius bagi bakal calon lain yang diperkirakan ikut mendaftar sebelum batas waktu penutupan.