NUSA TENGGARA BARAT — Pameran otomotif di daerah kerap menjadi ajang pabrikan untuk menguras stok atau menaikkan angka penjualan. Indomobil Expo Semarang 2026 yang berlangsung 4–9 Agustus di Main Atrium 23 Semarang Shopping Center dimanfaatkan GAC Indonesia untuk menawarkan program GAC CUAN FEST. Total keuntungan kepemilikan diklaim mencapai Rp100 juta, mencakup diskon, skema pembiayaan, hingga trade-in.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, menyebut antusiasme konsumen selama GIIAS 2026 menjadi modal untuk membawa penawaran serupa ke Semarang. "Kami ingin semakin banyak masyarakat Jawa Tengah merasakan langsung teknologi kendaraan listrik GAC sekaligus menikmati berbagai program kepemilikan yang lebih menguntungkan," ujarnya dalam keterangan resmi.
GAC membanderol tiga model andalannya dengan harga khusus selama pameran. AION UT dibuka dari Rp314 juta untuk varian Standard, sementara AION V Exclusive dipatok Rp474 juta. Di puncak lineup, HYPTEC HT Premium dibanderol Rp714 juta.
Yang perlu dicermati, harga ini adalah harga pameran yang biasanya sudah termasuk insentif atau program tertentu. Pembeli sebaiknya membandingkan dengan harga OTR resmi di luar pameran untuk memastikan diskon Rp80 juta itu benar-benar potongan, bukan sekadar penyesuaian dari harga yang sudah dinaikkan.
Skema pembiayaan menjadi senjata utama GAC di pameran kali ini. Kerja sama dengan Indomobil Finance Indonesia (IMFI), Maybank, Mandiri Tunas Finance, dan Mandiri Utama Finance memberikan fleksibilitas tenor bagi konsumen yang ingin mencicil.
Fasilitas lain yang ditawarkan mencakup gratis wall charger, voucher body repair 30 persen, dan program trade-in. Untuk pasar di luar Jawa, keberadaan wall charger gratis adalah nilai tambah signifikan karena infrastruktur pengisian publik masih terbatas di kota-kota seperti Semarang.
Mekanisme undian grand prize berupa 1 unit AION Y Plus untuk peserta test drive adalah cara cerdas menarik trafik pengunjung. Konsumen yang penasaran dengan karakter berkendara EV bisa mencoba langsung tanpa komitmen membeli.
Namun, undian ini juga menunjukkan bahwa GAC belum sepenuhnya percaya diri dengan konversi penjualan langsung di pameran daerah. Strategi ini lebih condong ke pembangunan kesadaran merek dibandingkan target penjualan jangka pendek.
Persaingan di segmen EV menengah bawah kian ketat. AION UT di harga Rp314 juta akan berhadapan langsung dengan Wuling Cloud EV dan BYD Dolphin yang sudah lebih dulu mapan. Sementara AION V di kisaran Rp474 juta harus melawan Chery Omoda E5 dan Hyundai Ioniq 5 varian Standard.
Keunggulan GAC ada pada jaringan purna jual yang dikelola Indomobil, yang punya pengalaman panjang di industri otomotif nasional. Ini penting karena salah satu kekhawatiran terbesar pembeli EV di Indonesia adalah ketersediaan suku cadang dan biaya perawatan baterai.
Pertama, nilai jual kembali EV di Indonesia masih belum stabil. Depresiasi mobil listrik dalam dua tahun pertama bisa lebih curam dibandingkan mobil konvensional. Kedua, biaya penggantian baterai jika di luar garansi masih menjadi momok, meski GAC memberikan garansi baterai standar industri.
Ketiga, infrastruktur pengisian daya di Jawa Tengah belum sepadat Jabodetabek. Meski Semarang punya beberapa SPKLU, pengguna yang tinggal di daerah sekitar seperti Solo atau Yogyakarta harus merencanakan rute perjalanan dengan lebih matang.
Program diskon Rp80 juta dan undian AION Y Plus adalah tawaran konkret, bukan sekadar gimmick. Untuk konsumen yang sudah memiliki rumah dengan akses listrik memadai dan rutinitas harian di bawah 300 km, AION V atau AION UT layak masuk daftar beli.
Untuk yang masih ragu soal ekosistem EV di daerah, ada baiknya menunggu melihat bagaimana jaringan purna jual GAC berkembang di Jawa Tengah setelah pameran usai. Test drive di booth tetap disarankan — setidaknya Anda bisa merasakan langsung apakah karakter mobil listrik cocok dengan gaya berkendara sebelum mengeluarkan ratusan juta rupiah.