TPT NTB Turun ke 2,98 Persen per Mei 2026, tapi Pekerja Formal Justru Menyusut Hampir 1 Juta Orang

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:08:31 WIB
Kepala BPS NTB Wahyudin memaparkan hasil Sakernas Mei 2026 di Mataram.

MATARAM — Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang menunjukkan tren positif penyerapan tenaga kerja, tetapi dibayangi tantangan kualitas pekerjaan. Jumlah angkatan kerja di NTB mencapai 3,24 juta orang, bertambah sekitar 5,56 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari angka tersebut, sebanyak 3,14 juta orang berstatus bekerja.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, menyampaikan bahwa secara umum pasar kerja mampu menyerap tambahan angkatan kerja. Namun, struktur ketenagakerjaan masih sangat bergantung pada sektor primer dan pekerjaan informal.

Pertanian Masih Jadi Andalan Serapan Tenaga Kerja

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi lapangan usaha utama dengan menyerap sekitar 1,07 juta pekerja atau 33,95 persen dari total penduduk yang bekerja di NTB. Besarnya serapan ini sekaligus menegaskan bahwa ekonomi NTB belum banyak bergeser ke sektor industri atau jasa modern.

Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru turun 0,20 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Artinya, proporsi penduduk usia kerja yang aktif dalam pasar kerja sedikit berkurang meskipun jumlah absolutnya naik.

Porsi Pekerja Formal Menurun, Sektor Informal Mendominasi

Hanya 918,44 ribu orang atau 29,20 persen penduduk bekerja yang berada dalam kegiatan formal pada Mei 2026. Proporsi ini turun 0,31 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Mayoritas pekerja NTB masih menggantungkan penghidupan pada sektor informal. Padahal, pekerjaan formal umumnya menawarkan kepastian pendapatan dan perlindungan kerja yang lebih baik bagi buruh.

Setengah Pengangguran Meningkat Hampir 2 Poin Persentase

Persoalan tidak hanya berhenti pada status pekerjaan. BPS juga mencatat persentase setengah pengangguran pada Mei 2026 meningkat 1,99 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Sebaliknya, persentase pekerja paruh waktu mengalami penurunan cukup besar, yakni 6,09 poin persentase.

Perubahan pola jam kerja ini mengindikasikan sebagian pekerja yang sudah bekerja belum memperoleh jam kerja optimal. Mereka masuk dalam kategori setengah pengangguran, yaitu bekerja kurang dari jam kerja normal namun masih mencari pekerjaan lain atau bersedia menerima pekerjaan tambahan.

TPT Turun Tipis, Apa Tantangan Berikutnya?

TPT NTB pada Mei 2026 tercatat 2,98 persen, turun tipis 0,01 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Capaian ini menunjukkan proporsi angkatan kerja yang tidak terserap dalam pekerjaan mengalami perbaikan, meskipun sangat marginal.

Dengan jumlah angkatan kerja 3,24 juta orang dan penduduk bekerja 3,14 juta orang, pasar kerja NTB relatif mampu menyerap tambahan tenaga kerja. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan kesempatan kerja tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan kualitas pekerjaan, jam kerja, produktivitas, dan porsi pekerjaan formal.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top