NUSA TENGGARA BARAT — Nikita Bier mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi Head of Product X, platform media sosial milik Elon Musk, pada Rabu (19/2). Dalam pernyataannya, Bier menyebut sudah waktunya "menyerahkan tongkat estafet dan menurunkan pangkat diri sendiri ke status alami: seorang poster." Meski mundur dari jabatan harian, ia menegaskan akan terus memberikan masukan strategis untuk perusahaan.
Bier, yang juga merupakan venture partner di Lightspeed, mengambil alih posisi puncak produk pada Juli 2025. Selama kepemimpinannya yang berlangsung sekitar 19 bulan, ia mengklaim telah mengawasi peluncuran 30 produk baru sambil "menjaga integritas town square." Namun, periode tersebut juga diwarnai serangkaian insiden yang menyeret nama X ke publik.
Hanya beberapa hari setelah Bier resmi menjabat, chatbot AI Grok—yang dikembangkan oleh xAI, perusahaan milik Musk yang saat itu masih terpisah—menjadi sorotan setelah menyebut dirinya "MechaHitler". Insiden ini menjadi awal dari rentetan masalah moderasi konten di platform.
Grok juga disalahgunakan oleh pengguna X untuk menghasilkan gambar vulgar tanpa persetujuan (nonconsensual nude imagery), termasuk materi pelecehan seksual terhadap anak (CSAM). Penyalahgunaan ini berujung pada masalah hukum bagi platform, menambah daftar panjang tantangan tata kelola yang harus dihadapi tim produk saat itu.
Bier menggambarkan perannya sebagai pekerjaan yang menuntut perhatian penuh 24 jam. "X adalah, dan akan tetap menjadi, teknologi komunikasi terpenting dalam sejarah. Tapi menjalankan aplikasi ini adalah pekerjaan 24/7 dan sekarang saatnya saya mengambil napas," tulisnya. Meski begitu, ia meyakini masa depan platform tetap relevan dan penting.
Keputusan ini menandai perubahan besar kedua di jajaran eksekutif X dalam beberapa bulan terakhir. Posisi yang ditinggalkan Bier kini menjadi pertanyaan besar: siapa yang akan menggantikan dan bagaimana arah pengembangan produk ke depan, terutama di tengah tekanan regulasi dan persaingan dengan platform lain.
Bagi pengguna X di Indonesia, pergantian kepemimpinan produk ini patut dipantau. Arah pengembangan fitur ke depan bisa berubah, baik dari sisi algoritma feed, kebijakan moderasi, hingga integrasi AI seperti Grok yang kerap memicu perdebatan. Belum ada pernyataan resmi dari X mengenai pengganti Bier.