Telkom Catat Laba Rp 10,6 Triliun, Dana Segar Rp 54 Triliun Siap Biayai Ekspansi 5G dan AI

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:49:31 WIB
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan kinerja keuangan perusahaan pada paruh pertama tahun ini dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (4/8).

NUSA TENGGARA BARAT — Pemulihan bisnis seluler menjadi motor utama pertumbuhan kinerja keuangan Telkom sepanjang paruh pertama tahun ini. Segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband menyumbang pendapatan Rp 55,6 triliun, naik 3,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari strategi transformasi perusahaan yang tengah berjalan. "Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (4/8).

Belanja Modal Fokus ke AI dan 5G

Dari total capex Rp 10,8 triliun, lebih dari 96 persen dialokasikan ke tiga area bisnis prioritas: B2C, B2B Infrastructure, dan International Business. Investasi ini tercermin dari pembelian aset tetap senilai Rp 9,9 triliun dan aset takberwujud sekitar Rp 1,5 triliun.

Arah investasi ini sejalan dengan strategi Telkomsel yang ingin memperkuat layanan berbasis AI, 5G, serta solusi digital untuk pelanggan individu dan korporasi. Perseroan menilai inisiatif ini akan memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.

Modal Spektrum Baru untuk Jaringan Lebih Kuat

Ekspansi ini mendapat momentum setelah Telkomsel memenangkan tambahan spektrum pada lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diumumkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 10 Juli 2026. Dari lelang tersebut, Telkomsel memperoleh tambahan 20 MHz di pita 700 MHz dan 80 MHz di pita 2,6 GHz, sehingga total spektrum yang dikuasai naik dari 165 MHz menjadi 265 MHz.

Dengan tambahan spektrum ini, Telkomsel masih menjadi operator dengan penguasaan frekuensi terbesar di Indonesia. Kapasitas jaringan yang lebih besar memberi ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan layanan AI, mempercepat perluasan 5G, dan meningkatkan kualitas layanan data di tengah konsumsi internet yang terus meningkat.

ARPU Naik 9 Persen, IndiHome Fokus pada Kualitas

Kinerja mobile Telkom menunjukkan tren membaik. Average Revenue Per User (ARPU) mobile naik 9 persen secara tahunan menjadi Rp 45.600 per bulan. Lonjakan konsumsi data selama liburan sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia disebut menjadi pendorong kebutuhan pelanggan akan layanan data berkualitas.

Di sisi fixed broadband, Telkomsel justru melakukan kalibrasi jumlah pelanggan IndiHome yang turun dari 10,1 juta menjadi 9,5 juta pelanggan. Meski begitu, ARPU kuartalan naik 3,4 persen menjadi Rp 211 ribu dan rasio konvergensi mencapai 65 persen. Strategi ini diambil untuk membangun basis pelanggan yang lebih sehat dan meningkatkan efektivitas monetisasi layanan.

Kas Kuat untuk Ekspansi Berikutnya

Dari sisi likuiditas, Telkom membukukan arus kas operasional Rp 34,9 triliun atau naik 7 persen. Posisi kas dan setara kas meningkat menjadi Rp 54,6 triliun hingga akhir Juni 2026, memberikan ruang besar bagi perusahaan untuk mendanai pengembangan jaringan dan infrastruktur digital tahap berikutnya.

Dengan fundamental yang solid dan tambahan spektrum baru, Telkom berada di posisi kuat untuk memanfaatkan gelombang transformasi digital di Indonesia. Langkah perusahaan mengarahkan investasi ke AI dan 5G bukan sekadar mengejar tren, melainkan kebutuhan untuk menjaga daya saing di tengah persaingan ketat dengan XLSmart dan Indosat yang juga memperoleh tambahan spektrum pada lelang yang sama.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top