Universitas Mataram Luncurkan Toko Digital dan Merchandise Resmi, Royalti Buku Langsung ke Dosen

Penulis: Taufik Rahman  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 18:39:31 WIB
Rektor Unram dan jajaran resmi meluncurkan toko digital dan merchandise resmi di Gedung Rektorat.

MATARAM — Universitas Mataram (Unram) resmi mengoperasikan Unram Merchandise dan Book Store digital yang berlokasi di Gedung Rektorat lantai 1. Peluncuran yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026 ini menandai perubahan signifikan dalam sistem distribusi buku dan perlengkapan akademik di kampus tersebut.

Mahasiswa Kini Akses Buku Digital via Google Play Book

Salah satu perubahan paling mendasar dari inovasi ini adalah perpindahan dari buku cetak ke buku digital. Ketua Badan Pengelola Usaha (BPU) Unram, Sarkawi, S.H., M.H., menyebutkan bahwa seluruh produk buku kini telah terintegrasi dengan Google Play Book.

"Tidak lagi dalam bentuk percetakan, melainkan dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui Google Play Book," ujarnya dalam laporan resmi saat acara peluncuran.

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menambahkan bahwa sistem ini dirancang untuk mengubah kebiasaan mahasiswa dalam mengakses literatur. "Mahasiswa kini tidak perlu lagi membeli buku secara fisik, melainkan cukup mengaksesnya secara digital," katanya.

Royalti Penjualan Buku Digital Langsung ke Penulis

Keunikan sistem baru ini terletak pada mekanisme royalti yang ramah terhadap hak kekayaan intelektual. Setiap penjualan buku digital akan langsung memberikan royalti kepada para penulis atau dosen Unram. Ini menjadi insentif langsung bagi civitas akademika untuk terus menghasilkan karya tulis ilmiah.

Selain buku digital, Unram Merchandise juga menyediakan berbagai produk resmi kampus. Mulai dari pakaian, tumblr, hingga pernak-pernik khas universitas. Seluruh produk ini dipajang di area pameran yang langsung dikunjungi Rektor beserta para dekan dan tamu undangan setelah prosesi pemotongan pita.

Bukan Sekadar Bisnis, Ada Subsidi untuk UKT Mahasiswa

Rektor Unram menegaskan bahwa seluruh unit bisnis ini bukan semata-mata untuk komersialisasi murni. Keuntungan dari penjualan merchandise dan buku digital akan digunakan sebagai subsidi silang untuk membantu meringankan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang kurang mampu.

Prof. Sukardi juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menanamkan semangat "Dari Unram untuk Unram". Artinya, seluruh kebutuhan perlengkapan kampus, baju seragam, hingga kebutuhan KKN diarahkan untuk dibeli melalui BPU Unram.

"Seluruh kebutuhan buku civitas di Fakultas dan Universitas kami harapkan dapat membeli di Book Store Unram," ujarnya.

Target Bersaing di Kancah Nasional dan Internasional

Ketua BPU Unram, Sarkawi, menyebut peluncuran ini sebagai momentum bagi Unram untuk mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Produk-produk resmi ini diharapkan tidak hanya dikenal di internal kampus, tetapi juga menjadi produk bernilai yang bisa dibawa keluar.

"Produk-produk Unram tidak hanya kita kenal di internal saja, melainkan akan dibawa keluar menjadi produk-produk yang bernilai dan berkualitas, sehingga Unram bisa berdaya saing baik secara nasional maupun internasional," ujar Sarkawi.

Acara peluncuran ditutup dengan sesi simulasi perangkat digital Book Store. Para dosen dan mahasiswa yang hadir langsung mencoba sistem pembelian buku digital berbasis Google Play Book tersebut. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum bagi para peserta untuk memberikan dukungan nyata terhadap unit usaha baru milik kampus.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top