SUMBAR — Kemacetan di jalur masuk Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), terjadi sejak pagi hari pada Sabtu (4/7/2026). Pengendara dari arah Kota Bima dan sekitarnya harus bersabar dalam antrean yang mengular demi menyeberang menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.
Hendrawan (45), pengendara mobil pribadi asal Kota Bima, mengeluhkan kondisi tersebut saat dihubungi detikBali, Sabtu siang. Ia mengaku sudah terjebak dalam antrean hampir dua jam.
"Sejak pagi tadi, antrean dan kemacetan panjang terjadi di jalur masuk Pelabuhan Poto Tano," keluh Hendrawan.
Menurutnya, penumpukan kendaraan didominasi oleh mobil pribadi, bus penumpang, truk kecil hingga ukuran besar (fuso), dan sepeda motor. Ia membandingkan dengan kondisi sebelumnya yang jauh lebih lancar. "Biasanya dulu, beberapa saat tiba di pelabuhan bisa langsung naik ke kapal. Kalau dulu bagus, antre sebentar langsung masuk kapal dan menyeberang ke Kayangan," akunya.
General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, membenarkan adanya peningkatan volume kendaraan di Pelabuhan Poto Tano. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut masih dalam kendali pihaknya.
"Memang ramai dan masih terkendali," katanya.
Erlisetya menjelaskan bahwa antrean kendaraan, khususnya truk, sengaja diatur untuk mengurai kepadatan penyeberangan akhir pekan. Prioritas utama diberikan kepada kendaraan penumpang.
"Kondisi seperti ini hanya terjadi di akhir pekan, karena yang diutamakan menyeberang kendaraan penumpang," tegasnya.
Ia menambahkan, faktor lain yang memicu penumpukan adalah adanya crossing atau perpotongan antara kendaraan yang hendak keluar dan masuk pelabuhan penyeberangan. Kondisi ini menimbulkan kemacetan di titik tertentu.
Meski antrean panjang terjadi, ASDP memastikan pelayanan penyeberangan tetap berjalan normal. Warga diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, terutama jika hendak menyeberang pada akhir pekan.