GIRI MENANG — Pemerintah Daerah Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) memulai langkah konkret menghidupkan kembali ikon wisata kebanggaan Nusa Tenggara Barat itu. Pekan Kesenian Senggigi yang digelar setiap akhir pekan ini menjadi rangkaian perdana dari Festival Senggigi 2026 yang mengusung tema besar The Soul of Lombok.
Kepala Disparekrafpora Lobar, Agus Gunawan, menyampaikan bahwa acara ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Festival Senggigi oleh Bupati Lombok Barat di Hotel Merumatta Senggigi beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, kegiatan ini akan berlangsung rutin setiap akhir pekan selama tiga bulan ke depan.
"Ini adalah minggu pertama sebagai rangkaian dari Festival Senggigi. Ini akan kita laksanakan secara rutin setiap weekend selama tiga bulan ke depan," ujar Agus dalam sambutannya.
Agus menjelaskan, pekan pertama festival ini mengusung tajuk The Culture of Color. Panggung di Amfiteater Pasar Seni Senggigi akan menampilkan inti dari seni budaya yang berasal dari sepuluh kecamatan di Lombok Barat. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan bermunculannya destinasi-destinasi baru yang mulai menggeser posisi Senggigi sebagai destinasi wisata pertama di NTB yang mendunia.
"Untuk itu, mulai hari ini kita coba dulu dengan 'The Culture of Color'. Ini akan menampilkan core dari seni budaya yang ada di 10 kecamatan di Lombok Barat," tambah Agus.
Apresiasi tinggi datang dari Camat Batulayar, Subayyin Fikri. Ia menilai pembukaan festival ini luar biasa dan berharap kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan kawasan wisata Senggigi yang sempat lesu. Subayyin optimistis dampak positif acara ini akan langsung dirasakan oleh ekosistem pariwisata lokal, mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga omzet pelaku UMKM di Kecamatan Batulayar.
"Harapannya, Senggigi bisa hidup kembali, ramai lagi. Tingkat kunjungan tamu meningkat, okupansi hotel melonjak, dan tentu saja bisa mengangkat UMKM. Khususnya yang ada di lingkup Kecamatan Batulayar. Sungguh luar biasa," tuturnya.
Pekan Kesenian Senggigi akan digelar setiap Sabtu sore hingga malam Minggu. Subayyin berharap pertunjukan-pertunjukan berikutnya bisa berlangsung lebih meriah dengan menampilkan kesenian khas dari seluruh kecamatan di Lombok Barat. Dengan komitmen Pemda Lobar yang terus meningkatkan atraksi, festival ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk kembali menjadikan Senggigi sebagai destinasi utama.