Rencana Liputan Khusus Panji Petualang dan Agam Rinjani Picu Penolakan Warga Lingkar Gunung Rinjani

Penulis: Prayoga Santana  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 19:47:31 WIB
Forum Wisata Lingkar Rinjani menolak rencana liputan khusus Panji Petualang dan Agam Rinjani di Gunung Rinjani.

MATARAM — Rencana Panji Petualang untuk bertolak ke Lombok pada akhir Juni 2026 mendatang disambut gelombang penolakan dari Forum Wisata Lingkar Rinjani. Dalam unggahan di media sosial, Panji menyebut ingin membuat liputan khusus bersama Agam Rinjani, sosialita yang dikenal luas setelah terlibat dalam evakuasi Juliana tahun lalu. “Aku pengin bikin liputan khusus satu tahun penyelamatan Juliana bareng bang Agam di Gunung Rinjani,” ujarnya.

Kekecewaan yang Mengendap Pasca Evakuasi

Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, mengungkapkan bahwa penolakan ini bukan sekadar soal materi. Menurutnya, masih banyak janji yang diucapkan setelah operasi penyelamatan selesai—mulai dari program penghijauan hingga pengadaan peralatan SAR—yang hingga kini tak kunjung terealisasi. “Ini menyangkut rasa keadilan bagi teman-teman yang ikut terlibat dalam proses penyelamatan dan evakuasi saat itu,” tegasnya.

Gelar ‘Pawang Rinjani’ Dinilai Tidak Tepat

Salah satu pemicu utama penolakan adalah penyematan gelar ‘Pawang Rinjani’ kepada Agam dalam narasi yang beredar di media sosial. Masyarakat adat dan tokoh budaya di Lingkar Rinjani menilai gelar itu tidak menghormati sejarah panjang mereka dalam menjaga gunung tersebut. “Kami memiliki masyarakat adat dan banyak tokoh yang sejak lama menjaga Rinjani. Karena itu kami tidak bisa menerima jika ada pihak yang tiba-tiba diberi gelar seperti itu,” kata Royal.

Transparansi Donasi Masih Dipertanyakan

Forum Lingkar Rinjani juga mempertanyakan penggunaan dana donasi yang sempat terkumpul saat evakuasi Juliana berlangsung. Mereka mengaku kecewa karena kontribusi puluhan relawan di lapangan tidak pernah mendapat sorotan publik yang proporsional. “Kami tidak iri dengan uang. Yang kami persoalkan adalah etika. Ketika sesuatu dilakukan bersama-sama, maka penghargaan dan manfaatnya juga harus dirasakan bersama,” ujar Royal.

Forum Siap Gelar Aksi Terbuka

Hingga saat ini, Forum Wisata Lingkar Rinjani mengaku belum menerima komunikasi resmi dari Agam Rinjani terkait rencana liputan tersebut. Namun mereka memastikan akan menyampaikan penolakan secara terbuka jika kegiatan itu benar-benar dilaksanakan. “Kami akan menyampaikan penolakan secara terbuka jika memang kegiatan itu jadi dilakukan,” katanya.

Di sisi lain, Agam Rinjani dalam videonya menyambut baik rencana Panji Petualang. “Nanti akhir bulan kita gas,” ucapnya. Panji sendiri menyebut ingin melihat langsung aktivitas sehari-hari Agam di Lombok. Namun, tanpa komunikasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, momentum satu tahun tragedi Juliana justru berpotensi membuka kembali luka lama yang belum sembuh.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top