MATARAM — Program Pemagangan Nasional tidak hanya menyasar lulusan di Pulau Jawa. Kemnaker membuka kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan perguruan tinggi dari seluruh provinsi, termasuk Nusa Tenggara Barat, untuk mendaftar dan mengikuti program ini.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyebut program ini menjadi prioritas dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Program ini dirancang sebagai jembatan pembekalan praktis bagi para lulusan baru perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja nyata, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja profesional,” ujar Yassierli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Peserta yang lolos seleksi tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja. Mereka juga menerima uang saku yang nilainya setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) setempat, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta pendampingan dari mentor di tempat pemagangan.
Setelah menyelesaikan program, peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kompetensi. Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi modal berharga bagi lulusan baru di NTB yang kerap kesulitan bersaing di pasar kerja karena minimnya pengalaman praktis.
Kemnaker berencana meningkatkan target peserta dalam waktu dekat. Selain itu, pemerintah akan menyediakan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis bagi peserta yang telah menyelesaikan program.
“Ke depan, kami akan memperkuat implementasi melalui peningkatan target peserta, penyediaan sertifikasi kompetensi dari BNSP secara gratis, perluasan sasaran peserta, serta penguatan sistem informasi dan pengawasan program,” jelas Yassierli.
Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri yang kerap mengeluhkan kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja.
Hingga saat ini, program telah mencatatkan partisipasi lebih dari 102 ribu peserta. Dari jumlah tersebut, lebih dari 65 ribu peserta telah dinyatakan lulus dan menyelesaikan program dengan baik.
Menaker mengapresiasi tingginya antusiasme peserta serta dukungan dunia usaha dan dunia industri yang turut menyukseskan pelaksanaan program. Ia berharap program ini bisa melahirkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
“Kami mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah awal dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tutupnya.