Polisi Amankan Satu Pelaku Perampokan Emas 500 Gram di Menteng, Korban Kritis Ditusuk Tujuh Kali

Penulis: Taufik Rahman  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 14:40:51 WIB
Polisi mengamankan satu pelaku perampokan emas 500 gram di Menteng.

NUSA TENGGARA BARAT — Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengonfirmasi penangkapan itu pada Jumat (19/6). "Diamankan satu orang," ujarnya singkat. Roby belum memerinci identitas maupun peran tersangka, dan berjanji akan membeberkan perkembangan kasus pada sore hari yang sama.

Korban Bukan Pemilik Rumah, Sedang Bertamu

Roby menjelaskan korban MAH bukanlah pemilik rumah mewah yang menjadi sasaran perampokan. Ia adalah rekan satu perusahaan dari saksi berinisial T, pemilik rumah tersebut. "Itu rumahnya saksi, bukan rumah korban," tegas Roby.

Menurut keterangan saksi, aksi perampokan diduga dilakukan oleh dua orang pelaku. Mereka tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan langsung menyerang korban tanpa banyak bicara. Setelah melumpuhkan MAH, pelaku membawa kabur emas milik saksi T.

Luka Tusuk di Leher dan Punggung, Korban Sempat Kritis

Akibat penganiayaan tersebut, MAH mengalami luka tusuk di tujuh titik, tersebar di leher dan punggung. Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyebut korban sempat dalam kondisi kritis. "Korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," ujar Braiel.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan emas seberat 500 gram yang berhasil dibawa kabur para pelaku. Nilai aset tersebut belum dirinci, namun harga emas batangan murni di pasaran per Juni 2020 berkisar Rp900 ribu per gram, sehingga total kerugian diperkirakan mencapai Rp450 juta.

Polisi Buru Satu Pelaku Lain, Motif Masih Didalami

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih memburu satu pelaku lain yang disebut-sebut ikut dalam aksi perampokan. Roby belum bersedia membeberkan motif di balik perampokan sadis itu. "Kami masih melakukan pengembangan, nanti sore akan kami sampaikan lebih lanjut," katanya.

Peristiwa ini menyita perhatian warga Menteng, kawasan yang dikenal dengan sistem keamanan ketat dan hunian kalangan atas. Kasus ini menjadi pengingat bahwa celah keamanan tetap bisa dieksploitasi, meski di lingkungan super-elite sekalipun.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top