Keputusan ini menandai akhir dari sebuah era bagi aplikasi pesan bawaan yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas ponsel Galaxy. Samsung telah resmi mengkonfirmasi bahwa layanan Samsung Messages akan dihentikan untuk pengguna di AS bulan depan. Setelah tenggat waktu tersebut, aplikasi hanya bisa digunakan untuk menghubungi layanan darurat.
Samsung menekankan bahwa proses migrasi ke Google Messages sebenarnya sederhana, tetapi tidak otomatis. Pengguna harus secara manual mengunduh aplikasi Google Messages dan mengaturnya sebagai aplikasi SMS default.
Langkah ini wajib dilakukan sebelum Juli jika pengguna ingin menyimpan seluruh riwayat teks, obrolan RCS, dan data pesan lama. Semakin lama menunggu, semakin besar risiko data tertinggal atau tidak terselamatkan.
Perusahaan sebenarnya sudah mulai meninggalkan aplikasi pesan buatannya sendiri sejak tahun 2021. Saat itu, Samsung berhenti menyertakan Samsung Messages sebagai aplikasi default di ponsel Galaxy terbaru.
Keputusan untuk benar-benar mencabut dukungan dipercepat pada 2024, ketika Samsung berhenti memasang aplikasi tersebut bersamaan dengan Google Messages. Bahkan, ponsel Galaxy S26 yang lebih baru tidak bisa lagi mengunduh Samsung Messages dari toko aplikasi.
Untuk mendorong pengguna beralih, Samsung menyertakan daftar fitur unggulan Google Messages dalam panduan resminya. Beberapa di antaranya adalah indikator saat lawan bicara mengetik, obrolan grup yang lebih mudah, dan kemampuan mengirim gambar berkualitas lebih tinggi.
Google Messages juga dibekali deteksi spam dan filter berbasis kecerdasan buatan (AI), akses pesan di berbagai perangkat, serta fitur Gemini AI yang tertanam langsung. Fitur-fitur ini tidak tersedia di aplikasi Samsung Messages yang sudah lama tidak mendapatkan pembaruan signifikan.
Samsung memberikan catatan khusus bagi pemilik jam tangan pintar lawas. Pengguna Galaxy Watch yang masih menjalankan sistem operasi Tizen tidak akan lagi bisa mengakses riwayat percakapan penuh setelah migrasi dilakukan.
Meski demikian, mereka masih bisa membaca dan mengirim pesan teks dasar. Namun, hanya pengguna Galaxy Watch 4 dan yang lebih baru dengan sistem WearOS yang tetap bisa menikmati akses penuh ke seluruh riwayat percakapan.
Samsung menyatakan bahwa pengguna yang masih setia dengan Android 11 atau versi lebih lawas tidak akan terkena dampak penghentian layanan ini. Meski begitu, perusahaan tetap menyarankan mereka untuk beralih ke aplikasi pesan yang masih didukung, seperti Google Messages.
Bagi pengguna yang tidak ingin menggunakan produk Google, masih ada alternatif aplikasi SMS lain yang tersedia di Google Play Store. Namun, Samsung tidak memberikan rekomendasi spesifik selain aplikasi buatan Google itu sendiri.