NUSA TENGGARA BARAT — General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi keputusan mempermanenkan mantan kapten Timnas Indonesia itu. "Pengalamannya, kepemimpinannya, serta kemampuannya di lini belakang menjadi nilai tambah bagi tim," kata Inal, sapaan akrabnya, Kamis (17/4).
Hansamu dinilai menjadi kunci stabilitas lini belakang Singo Edan musim lalu. Kemampuannya mengorganisasi rekan setim dan membaca permainan lawan membuat Arema mantap mempertahankannya.
Manajemen menilai pengalaman panjang Hansamu di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sebagai aset yang tak tergantikan. Sosoknya bukan sekadar pemain bertahan, melainkan pemimpin di lapangan yang menjaga keseimbangan tim saat tertekan.
Arema FC tak berhenti pada satu nama. Manajemen juga memastikan proyek keberlanjutan tim dengan mempertahankan tiga pemain asing: Julian Guevara, Betinho, dan Matheus Blade. Ketiganya tampil konsisten sepanjang musim lalu dan dianggap memiliki fleksibilitas posisi yang menguntungkan pelatih dalam merancang strategi.
Arema FC juga memulangkan pemain sayap muda Hamzah Titofani Rivaldi. Pemain berusia 23 tahun itu sebelumnya menjalani masa peminjaman bersama Deltras Sidoarjo pada musim lalu.
Manajemen menilai peminjaman itu sukses memberi menit bermain lebih banyak bagi Hamzah di kompetisi yang kompetitif. "Semoga saat kembali ke Arema FC, dia bisa memberikan kontribusi yang lebih besar," ujar Inal.
Keputusan Arema mempermanenkan Hansamu otomatis membuat Persija Jakarta kehilangan satu bek berpengalaman. Sebelumnya, Hansamu dipinjamkan ke Malang dan kini resmi hengkang secara permanen dari skuad Macan Kemayoran.