MATARAM — Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat yang sempat terhenti kini kembali menyala. Ketua Satuan Tugas MBG Provinsi NTB mengkonfirmasi pencairan dana operasional untuk 195 SPPG telah dilakukan secara bertahap.
Pencairan pembayaran untuk operasional SPPG terus berjalan. Pihak satgas juga tengah melakukan pembenahan data sasaran penerima manfaat agar tepat sasaran.
Pembenahan data sasaran penerima manfaat menjadi prioritas utama satgas. Langkah ini dilakukan agar distribusi layanan pemenuhan gizi benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Proses verifikasi dan validasi data terus berlangsung di tingkat provinsi. Ketua Satgas MBG menyebutkan bahwa akurasi data menjadi kunci keberlanjutan program ke depan.
SPPG yang mulai beroperasi kembali tersebar di berbagai kabupaten dan kota di NTB. Tidak semua unit berjalan serentak, melainkan bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing.
Setiap SPPG memiliki jadwal operasional yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Satgas memastikan layanan tetap berjalan meski proses pencairan dana belum rampung seratus persen.
Program pemenuhan gizi ini menyasar kelompok rentan di NTB, termasuk ibu hamil, balita, dan anak sekolah. Dengan beroperasinya kembali 195 SPPG, diharapkan angka stunting dan malnutrisi di provinsi ini bisa ditekan.
Ketua Satgas MBG meminta semua pihak bersabar karena proses penyaluran dana dan pembenahan data membutuhkan waktu. Ia menjamin tidak ada penerima manfaat yang terlewat jika data sudah rampung diperbaiki.