NUSA TENGGARA BARAT — Momen perkenalan delegasi berlangsung usai upacara penyambutan kenegaraan di halaman Istana Merdeka. Presiden Prabowo memperkenalkan satu per satu jajaran Kabinet Merah Putih yang akan mendampinginya dalam pertemuan bilateral dengan delegasi Jerman.
Sejumlah menteri yang diperkenalkan antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Muktarudin. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaga juga turut serta dalam rombongan.
Selain para menteri, Presiden Prabowo juga memperkenalkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Abdul Kadir Jailani beserta sejumlah pejabat lainnya yang mendampingi agenda kenegaraan tersebut.
Presiden Steinmeier kemudian memperkenalkan anggota delegasi Jerman yang terdiri dari pejabat pemerintahan, anggota parlemen, penasihat kepresidenan, serta perwakilan Kementerian Pertahanan. Duta Besar Jerman untuk Indonesia juga masuk dalam rombongan yang mendampingi Steinmeier selama kunjungan ke Tanah Air.
Sesi perkenalan delegasi menjadi agenda protokoler yang krusial sebelum kedua kepala negara melanjutkan ke meja perundingan. Pembahasan kerja sama bilateral diyakini akan menyentuh sektor-sektor strategis yang telah menjadi prioritas kedua negara.
Kunjungan Presiden Steinmeier ke Indonesia merupakan bagian dari rangkaian diplomasi tingkat tinggi yang memperkuat hubungan bilateral yang telah berlangsung puluhan tahun. Jerman merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Eropa, dengan nilai investasi yang terus tumbuh di sektor manufaktur, energi hijau, dan infrastruktur.
Belum ada pernyataan resmi mengenai agenda spesifik yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut. Namun, sumber di lingkungan istana menyebutkan bahwa isu investasi, alih teknologi, dan kerja sama pertahanan menjadi topik yang paling mungkin diangkat oleh kedua kepala negara.