LOMBOK TENGAH — Empat hari penyisihan di MTQ XXXI NTB berjalan tanpa hambatan berarti. Suasana di setiap arena perlombaan disebut kondusif, dengan dewan hakim bekerja profesional dan peserta menunjukkan semangat sportivitas tinggi. Cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ) bahkan telah menuntaskan seluruh rangkaiannya hingga final lebih awal.
“Alhamdulillah, seluruh babak penyisihan telah rampung dengan baik. Kini para peserta terbaik dari masing-masing cabang akan kembali tampil di babak final untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Prof. Zaidi.
Babak final akan mempertemukan para qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta cabang lainnya dari seluruh penjuru NTB. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., menyebut bahwa seleksi ketat di penyisihan telah melahirkan finalis berkualitas.
“Babak penyisihan telah melahirkan para finalis terbaik yang akan kembali berkompetisi pada tahap akhir. Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi integritas, objektivitas, dan nilai-nilai Al-Qur’an,” kata H. Amir.
Sepanjang pelaksanaan, warga Lombok Tengah memadati lokasi perlombaan untuk menyaksikan langsung penampilan para peserta. Suasana hangat dan tertib mewarnai setiap arena, mulai dari cabang tilawah hingga hafalan Al-Qur’an. Pemerintah Provinsi NTB mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut menjaga kekhidmatan acara.
“Lebih dari sekadar meraih prestasi, MTQ ini menjadi ruang untuk memperkuat karakter, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” tambah H. Amir dalam pernyataannya.
Keberhasilan penyelenggaraan MTQ XXXI hingga babak final disebut sebagai hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah, panitia, dewan hakim, aparat keamanan, para kafilah, dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selaku tuan rumah mendapat apresiasi khusus atas dukungan fasilitas dan pengamanan.
Dengan selesainya babak penyisihan, perhatian kini tertuju pada babak final yang akan digelar besok. Selain melahirkan juara yang akan mengharumkan nama daerah di tingkat lebih tinggi, ajang ini diharapkan memperkuat tradisi Qur’ani dan membangun generasi berakhlak mulia di Nusa Tenggara Barat.