Gol Bunuh Diri Muheim di Menit Akhir Beri Qatar Poin Perdana di Piala Dunia

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 10:50:31 WIB
Gol bunuh diri Muheim di menit akhir membawa Qatar raih poin pertama di Piala Dunia.

NUSA TENGGARA BARAT — Hasil ini membuka peluang segrup di Grup B setelah Kanada sebelumnya juga ditahan imbang 1-1 oleh Bosnia dan Herzegovina. Kini seluruh tim mengoleksi satu poin, membuat persaingan menuju babak 16 besar kian ketat.

Embolo Bawa Swiss Unggul, Qatar Bertahan Mati-matian

Swiss unggul lebih dulu pada menit ke-17 melalui penalti Breel Embolo. Wasit asal Honduras, Saíd Martínez, menunjuk titik putih setelah kiper Qatar, Mahmoud Abunada, menjatuhkan Remo Freuler di kotak penalti. Proses penalti sempat tertunda lama karena pemeriksaan VAR terkait posisi offside Freuler saat menerima umpan Embolo.

Abunada yang mendapat kartu kuning atas pelanggarannya, mengaku lega timnya bisa bangkit. “Ini poin pertama dalam sejarah tim nasional Qatar. Segala puji bagi Tuhan,” ujarnya usai laga.

Statistik Berbicara: 26 Tembakan Berbanding 7, Swiss Gagal Manfaatkan Peluang

Swiss mendominasi sepanjang pertandingan dengan melepaskan 26 tembakan berbanding tujuh milik Qatar. Dan Ndoye menjadi pemboros paling boros di babak pertama, sementara Michel Aebischer nyaris mencetak gol andai bola sepakannya tidak dihalau di garis gawang pada injury time babak pertama.

Qatar yang tampil sebagai juara Asia justru kesulitan mengembangkan permainan. Bintang andalan mereka, Akram Afif, ketat dikawal dan baru menemukan ruang jelang turun minum, namun tendangan Edmilson masih bisa diamankan kiper Gregor Kobel.

Gol Bunuh Diri yang Mengubah Sejarah

Pertandingan berjalan monoton di babak kedua dengan Qatar bertahan rapat. Semua berubah ketika Homam Ahmed melepaskan umpan silang terukur dari sisi kanan. Bek Boualem Khoukhi memaksa Muheim menyundul bola ke arah gawangnya sendiri, membuat Kobel tak berkutik.

Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, menyebut hasil ini sebagai mimpi kecil yang menjadi kenyataan. “Kami bermimpi bisa ke sini, dan hari ini mimpi lain terwujud. Kami berhak terus bermimpi,” kata pelatih yang sempat dipecat Spanyol pada 2018 karena kesepakatan dengan Real Madrid.

Jadwal Berikutnya: Peluang Berat Swiss, Harapan Baru Qatar

Kekalahan ini membuat jalan Swiss keluar dari grup semakin terjal. Mereka akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di Los Angeles pada Kamis (20/6), sementara Qatar bertandang ke Vancouver untuk menantang Kanada di hari yang sama. Swiss masih difavoritkan, namun kegagalan mengonversi peluang menjadi kekhawatiran serius bagi pelatih Murat Yakin.

Laga ini disaksikan 67.966 penonton, meski tribun atas menyisakan deretan kursi kosong. Pendukung Swiss yang memadati stadion harus pulang dengan kekecewaan setelah gol di menit akhir merusak laga spesial kapten Granit Xhaka dan bek Ricardo Rodriguez yang mencatat penampilan ke-13 di Piala Dunia.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top