NUSA TENGGARA BARAT — Pertandingan di Stadion Azteca, Kota Meksiko, Jumat (12/6/2026) waktu setempat, langsung mencuri perhatian publik sepak bola global. Bukan karena skor akhir, melainkan sederet momen bersejarah di lapangan hijau.
Gol pertama Piala Dunia 2026 tercipta dari situasi tak biasa. Bek sayap Meksiko, Jorge Sánchez, melemparkan bola dari sisi kanan pertahanan Afrika Selatan langsung ke kotak penalti.
Bola lambung itu tak mampu diantisipasi kiper Bafana Bafana. Striker Meksiko, Santiago Giménez, menyambarnya dengan tandukan keras. Ini adalah gol pertama di Piala Dunia yang lahir dari assist lemparan ke dalam tanpa proses operan sebelumnya.
Laga Meksiko vs Afrika Selatan juga mencatat sejarah baru dalam kepemimpinan wasit. Stéphanie Frappart dari Prancis menjadi wasit wanita pertama yang memimpin pertandingan putra di ajang Piala Dunia.
Frappart memimpin dengan tegas. Ia mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Afrika Selatan dan satu untuk Meksiko. Keputusannya menganulir gol Afrika Selatan karena offside di menit ke-67 dinilai tepat oleh panel analis wasit FIFA.
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang menerapkan teknologi semi-automated offside secara penuh. Sistem ini bekerja dengan kamera pelacak di atap stadion dan sensor di dalam bola.
Saat gol Afrika Selatan dianulir, sistem langsung mengirimkan animasi 3D ke layar raksasa stadion dalam waktu kurang dari 25 detik. Proses ini jauh lebih cepat dibandingkan teknologi VAR generasi sebelumnya yang membutuhkan rata-rata 70 detik untuk mengambil keputusan offside.
FIFA menyebut keberhasilan uji coba ini akan menjadi standar baru untuk turnamen selanjutnya. "Kami ingin keputusan offside menjadi lebih transparan dan cepat," ujar Pierluigi Collina, Ketua Komite Wasit FIFA, dalam konferensi pers usai pertandingan.