GIRI MENANG — Pelabuhan Senggigi di Kecamatan Batulayar resmi menjadi pelabuhan keenam di Pulau Lombok yang mengadopsi sistem e-ticketing. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini, bersama Direktur PT Easybook Indonesia, Azam Bin Mansor.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat, antara lain Kadis Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia, Anggota DPRD NTB Hasbullah Muiz, Pj Sekda Lobar H. Akhmad Saikhu, serta Kadis Perhubungan Lobar M. Hendrayadi. Usai peresmian, bupati dan rombongan langsung melakukan uji coba mesin e-ticketing yang terpasang di jalur keluar masuk pelabuhan.
Bupati LAZ, sapaan akrab Lalu Ahmad Zaini, menegaskan bahwa penerapan e-ticketing berlaku efektif sejak hari peresmian. "Sudah langsung dimulai (penerapan e-ticketing), tidak bisa pakai tiket manual," tegasnya.
Menurutnya, sistem digital ini menjadi ikhtiar Pemkab untuk mengoptimalkan PAD dari sektor pelabuhan, yang dimulai dari Pelabuhan Senggigi. Ia menjelaskan, e-ticketing memungkinkan OPD terkait memantau jumlah riil penumpang yang keluar-masuk sehingga mencegah kebocoran penerimaan.
Saat uji coba, bupati mendemonstrasikan bahwa tiket yang sudah dipakai tidak bisa digunakan lagi. "Melakukan sistem on-line ini, tidak ada celah penumpang tak tercatat," ujarnya.
Dalam skema pembayaran e-ticketing, Pemkab Lobar dan PT Easybook menggandeng Bank NTB. Setelah masuk ke rekening Bank NTB, dana pembayaran langsung terpisah dan masuk ke kas daerah.
Bupati LAZ berkomitmen untuk terus menata kawasan Senggigi agar lebih baik. Ke depan, sistem e-ticketing juga akan diterapkan di pelabuhan lain di Lobar, seperti Pelabuhan Taun dan Tembowong.
Direktur PT Easybook, Azam Bin Mansor, menyatakan pihaknya mempercepat penerapan e-ticketing di Pelabuhan Senggigi sesuai komitmen setelah MoU dengan bupati. Konsep digital ini dinilai mampu memastikan penerimaan daerah lebih akurat dan memaksimalkan PAD.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Lobar M. Hendrayadi mengungkapkan capaian PAD dari pelabuhan hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai 90 persen dari target Rp700 juta. Melihat realisasi tersebut, pihaknya berencana menaikkan target dalam APBD perubahan menjadi Rp1,2 miliar.
Dengan kondisi dermaga saat ini yang mampu menampung tiga kapal bersandar sekaligus—masing-masing berkapasitas 499 GT—jumlah trip kapal diperkirakan bertambah. Hal ini berdampak pada peningkatan jumlah penumpang yang diperkirakan naik hingga 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu.