BMKG Peringatkan Empat Wilayah Berpotensi Banjir Bandang dan Longsor dalam Enam Jam ke Depan

Penulis: Prayoga Santana  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 15:34:01 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan banjir bandang dan longsor di empat wilayah Nusa Tenggara Barat.

NUSA TENGGARA BARAT — Peringatan ini dikeluarkan menyusul data curah hujan tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan laporan Pusat Prakiraan Meteorologi dan Hidrologi Nasional, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat telah terjadi di Provinsi Lai Chau, Son La, Lao Cai, dan Dien Bien.

Curah Hujan Ekstrem dan Tingkat Kejenuhan Tanah

Data mencatat, curah hujan tertinggi terjadi di Ban Giang, Provinsi Lai Chau, yang mencapai 147,4 milimeter. Di Son La, stasiun Chieng On mencatat 116 milimeter, sementara di Lao Cai, angka 126,8 milimeter tercatat di Che Tao. Dalam 18 jam terakhir, Provinsi Dien Bien juga diguyur hujan deras, dengan curah hujan tertinggi di Chung Chai mencapai 132,6 milimeter.

Model kelembaban tanah yang dirilis badan meteorologi menunjukkan kondisi kritis. Sejumlah wilayah di keempat provinsi tersebut telah mendekati titik jenuh, dengan tingkat kelembaban di atas 85 persen, atau bahkan sudah mencapai kejenuhan penuh. Kondisi ini membuat tanah tidak mampu lagi menyerap air, sehingga memicu aliran permukaan yang deras.

Wilayah dan Lokasi yang Perlu Diwaspadai

BMKG secara spesifik memperingatkan risiko banjir bandang di sungai-sungai kecil dan aliran air. Selain itu, tanah longsor di lereng-lereng curam juga menjadi ancaman serius bagi banyak kecamatan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan daerah rawan bencana lainnya diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Peringatan ini berlaku untuk enam jam ke depan, terhitung sejak pukul 04.00 waktu setempat. Badan meteorologi mengimbau pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk kesiapsiagaan evakuasi jika kondisi semakin memburuk.

Tindak Lanjut dan Imbauan untuk Masyarakat

Belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem ini. Namun, pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, terutama di area yang telah diidentifikasi sebagai zona bahaya.

Bagi warga yang tinggal di daerah rawan, disarankan untuk menyiapkan tas siaga bencana dan mematuhi arahan dari petugas setempat. Informasi terkini mengenai perkembangan cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG.

Reporter: Prayoga Santana
Back to top