MATARAM — Kemenangan impresif itu diraih Ardiansyah tidak dengan jalan mulus. Di awal laga, ia sempat menerima hantaman sikut keras dari Amirul Aiman yang menyebabkan hidungnya patah. Namun, cedera tersebut tidak menyurutkan mental bertarungnya.
Alih-alih gentar, Ardiansyah justru bangkit dan membalikkan keadaan. Dengan ketahanan fisik dan determinasi tinggi, ia melepaskan kombinasi serangan mematikan yang membuat lawannya tak mampu melanjutkan pertandingan.
"Sejak awal saya memang mengincar kemenangan cepat. Begitu ada celah, langsung saya lepaskan kombinasi serangan," ujar Ardiansyah.
Penampilan gemilang tersebut membuat panitia menganugerahkan predikat MVP Silver kepada petarung asal NTB itu. Aksinya di atas ring pun mendapat apresiasi luas dari penonton dan promotor.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan positif Ardiansyah di ajang BYON Madness. Sebelumnya, pada debut profesional di kelas 67 kilogram dalam BYON Madness Vol 3, ia sukses meraih kemenangan atas Bryan Fury melalui split decision.
Pelatih Ardiansyah, Indra Gunawan, mengaku bangga dengan mentalitas yang ditunjukkan anak asuhnya. Menurutnya, kondisi hidung patah justru menjadi bukti bahwa petarung NTB mampu bersaing di level tinggi.
"Ardiansyah menunjukkan mental juara. Meski mengalami cedera patah hidung, dia tetap fokus dan tenang. Ini bukti petarung NTB mampu bersaing di level tinggi," ujar Indra Gunawan.