MATARAM — Cabang olahraga gulat mulai menunjukkan tajinya di Sumbawa Barat. Meski tergolong baru, Pengurus Cabang Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) setempat memasang target ambisius: tiga medali emas di Porprov NTB 2026.
Ketua PC PGSI Sumbawa Barat, Syarafuddin S.T, mengungkapkan optimisme itu lahir dari intensitas latihan yang sudah dijalani para atlet. "Targetkan kemarin itu minimal tiga medali emas. Dari intensitas latihannya, apa yang kita targetkan itu bisa kita capai," ujarnya kepada NTBSatu, baru-baru ini.
Untuk memaksimalkan persiapan, pengurus memutuskan memusatkan latihan di Kota Mataram. Alasannya, seluruh atlet yang akan dikirimkan merupakan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di ibu kota provinsi tersebut.
"Pusat pelatihannya di Mataram posisinya karena atletnya kebetulan mahasiswa yang kuliah di sana. Jadi kita pusatkan pelatihannya di Mataram saja biar mereka tidak bolak-balik ke sini," kata Syarafuddin.
Keputusan ini dinilai strategis. Jarak jauh antara Sumbawa Barat dan Mataram kerap menjadi kendala jika atlet harus pulang-pergi untuk berlatih.
PGSI Sumbawa Barat mengirimkan delapan atlet terbaik, terdiri dari lima putra dan tiga putri. Usia rata-rata mereka sangat produktif, yakni 18 hingga 20 tahun.
Menjelang kompetisi yang tinggal sebulan lagi, pengurus justru mengurangi frekuensi latihan. Jika sebelumnya atlet berlatih 14 kali seminggu, kini dikurangi menjadi tujuh kali seminggu.
"Sekarang berkurang karena memang tidak memforsir karena kebetulan tinggal sebulan lagi. Takutnya terjadi insiden hal-hal yang tidak diinginkan sehingga atletnya terkendala nanti pas hari H," jelas Syarafuddin.
Penurunan porsi ini bertujuan menjaga kondisi fisik dan meminimalkan risiko cedera fatal menjelang hari pertandingan.
Untuk mendongkrak prestasi, pengurus menerapkan strategi jangka pendek berupa naturalisasi atlet lama yang pernah membela daerah lain. Salah satu andalannya adalah atlet perempuan asal Desa Baru, Kecamatan Alas.
Langkah ini diambil karena masyarakat lokal belum terlalu mengenal cabang olahraga gulat. Kehadiran atlet senior diharapkan menjadi pemicu minat generasi muda Sumbawa Barat.
"Kita coba istilahnya naturalisasi, kita kumpulkan atlet lama. Kita ambil untuk sebagai trigger–lah nanti untuk merekrut atlet baru yang betul-betul dari KSB," tuturnya.
Perkembangan fisik tim dipantau melalui satu kali kunjungan langsung dan agenda sparing. Dalam evaluasi tersebut, atlet gulat Sumbawa Barat menghadapi tim kuat Kota Mataram dan Lombok Tengah.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbawa Barat disebut memberikan dukungan penuh kepada tim gulat. Sinergi anggaran ini diharapkan mendorong realisasi target besar, termasuk menembus posisi lima besar klasemen akhir Porprov NTB 2026.