NUSA TENGGARA BARAT — Reputasi Honda sebagai pabrikan yang bikin motor awet memang sudah teruji puluhan tahun. Tapi di balik itu, ada beberapa model yang punya sejarah bermasalah — mulai dari recall berskala besar hingga gugatan class action di berbagai negara. Buat konsumen Indonesia yang lagiincar Honda bekas, informasi ini penting dicermati.
Beberapa model Honda bekas tercatat pernah masuk daftar penarikan karena komponen kritis. Masalah paling sering muncul di sistem rem, pompa bahan bakar, dan airbag — komponen yang kalau rusak bikin biaya servis membengkak hingga jutaan rupiah.
Pemilik unit terdampak biasanya baru sadar setelah muncul gejala aneh. Lampu indikator check engine menyala, tarikan motor terasa berat, atau rem tidak pakem. Sayangnya, banyak unit bekas yang sudah lewat masa garansi, sehingga biaya perbaikan ditanggung pemilik baru.
Di luar recall, beberapa model Honda juga pernah menjadi sasaran gugatan hukum. Kasus terbanyak terkait cacat desain transmisi dan sistem pendingin mesin yang bermasalah dalam jangka panjang. Dampaknya, harga jual kembali (resale value) model-model tersebut turun drastis di pasar sekunder.
Pembeli yang tidak riset sebelumnya bisa terjebak membeli unit dengan harga pasar wajar, tapi kemudian harus merogoh kocek dalam untuk perbaikan. Di forum-forum komunitas, keluhan soal biaya servis yang tidak sebanding dengan harga beli sering muncul.
Beberapa seri tertentu mendapat sorotan lebih karena frekuensi keluhan yang tinggi. Masalah pada sistem kelistrikan, engine mounting yang cepat aus, dan kebocoran oli menjadi catatan umum. Untuk pasar Indonesia, model-model produksi awal 2010-an perlu diperiksa lebih teliti karena banyak unit yang belum pernah menjalani perbaikan sesuai Technical Service Bulletin (TSB).
Komunitas bengkel independen menyarankan calon pembeli untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum transaksi. Cek riwayat servis di bengkel resmi bisa jadi langkah awal yang bijak.
Jangan tergiur harga murah tanpa mengecek rekam jejak unit. Minta nomor rangka dan engine, lalu cocokkan dengan data recall di situs resmi ATPM. Pastikan juga semua recall sebelumnya sudah ditangani dan ada bukti servis resmi.
Kalau ragu, bawa montir berpengalaman atau minta bantuan komunitas. Ongkos pemeriksaan beberapa ratus ribu rupiah jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan yang bisa mencapai jutaan karena komponen bermasalah.