PRAYA BARAT DAYA — Kunjungan kerja Azhar disambut antusias oleh masyarakat yang berharap ada solusi konkret atas persoalan kekeringan yang rutin melanda wilayah mereka. Selain air bersih, warga juga mendesak perbaikan akses jalan lingkungan yang kondisinya dinilai sangat memprihatinkan dan menghambat aktivitas sehari-hari.
Dalam pertemuan yang berlangsung di aula SMA Islam Yayasan Al-Madaniah Attohiriyah, Dusun Mapasan, warga secara langsung menyampaikan kondisi sulit yang mereka hadapi. Perwakilan masyarakat menyebut bahwa sumur-sumur warga mulai mengering, sehingga mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air tangki atau berjalan jauh ke sumber mata air yang tersisa.
Untuk itu, warga meminta adanya pembangunan sumur bor di wilayah Desa Serage guna mengatasi krisis air yang terjadi setiap musim kemarau. Permintaan ini menjadi salah satu prioritas utama yang dibahas dalam reses tersebut.
"Kami datang ke sini untuk mendengar langsung apa yang menjadi prioritas warga. Masalah kekeringan ini bukan hal sepele, ini menyangkut kebutuhan dasar hidup. Begitu juga dengan akses jalan lingkungan harus diperhatikan untuk kelancaran aktivitas masyarakat di Desa," ucap Azhar di sela-sela kegiatannya.
Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan, Hukum, dan HAM DPRD NTB itu menjanjikan akan membawa aspirasi ini ke dalam rapat paripurna. Ia juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta dinas terkait agar bantuan seperti distribusi air bersih darurat dan pembangunan infrastruktur jangka panjang dapat segera direalisasikan.
"Semua usulan warga kami catat. Kami akan kawal agar masuk dalam skema penganggaran pembangunan daerah di tahun mendatang," ujar Azhar.
Kegiatan reses dihadiri oleh Kepala Desa Serage beserta jajaran Pemerintah Desa, termasuk Badan Keamanan Desa (BKD) dan tokoh masyarakat. Di hari pertama reses 2026, Azhar juga melaksanakan kegiatan serupa di sejumlah desa lain di Kecamatan Praya Barat Daya, yakni Desa Pelambek, Teduh, dan Desa Kabul.
Persoalan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun lahan pertanian menjadi fokus utama pembahasan di setiap desa yang dikunjungi. Selain itu, perbaikan jalan lingkungan dan jalan usaha tani juga menjadi agenda yang diusulkan warga untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi.