FIFA Izinkan Botol Minum 590 ml ke Stadion Piala Dunia 2026, Aturan Dilonggarkan Usai Dikritik

Penulis: Okta Nugraha  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 07:54:31 WIB
FIFA mengizinkan botol minum plastik lunak 590 ml ke stadion Piala Dunia 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Pelonggaran ini menjadi respons atas kritik bertubi-tubi yang diterima FIFA. Banyak pihak, termasuk pejabat publik di kota tuan rumah, menilai larangan sebelumnya membahayakan kesehatan suporter. Pasalnya, Piala Dunia 2026 berlangsung di musim panas dengan suhu ekstrem.

Suhu 32 Derajat Jadi Ancaman Nyata bagi Suporter

Tantangan cuaca memang menjadi isu serius. Suhu di sejumlah kota tuan rumah diperkirakan bisa melampaui 32 derajat Celsius. Belum lagi potensi hujan badai dan petir yang mengintai di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam kondisi tersebut, ketersediaan air minum menjadi kebutuhan mendesak—bukan hanya bagi pemain di lapangan, tapi juga bagi jutaan suporter yang memadati tribun. FIFA pun akhirnya melunak.

Botol Isi Ulang Berbahan Keras Tetap Dilarang

Meski melonggarkan aturan, FIFA tetap melarang botol minum isi ulang berbahan keras. Alasannya, botol jenis itu dikhawatirkan bisa digunakan sebagai proyektil yang dilempar ke arah pemain, suporter lawan, atau petugas keamanan.

“Semua penggemar boleh membawa satu botol air minum sekali pakai berbahan plastik lunak berukuran 20 ons (590 ml) yang masih tersegel pabrik ke dalam pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat dan Kanada,” demikian pernyataan FIFA yang dikutip Antara.

Kritik soal Sponsor Jadi Sorotan

Sebelumnya, FIFA juga dituding sengaja melarang botol dari luar demi menguntungkan penjualan minuman di dalam stadion. Minuman tersebut dipasok secara eksklusif oleh sponsor utamanya, Coca-Cola. Tudingan ini memperkeruh suasana dan memperkuat desakan publik untuk mencabut larangan.

Dengan kebijakan baru ini, FIFA berharap dapat meredam kekhawatiran publik sekaligus tetap menjaga keamanan di dalam arena pertandingan. Keputusan ini berlaku untuk seluruh laga Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat dan Kanada.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: suarasurabaya.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top