Pasar Mobil Listrik Australia Cetak Rekor 20% pada Mei 2026, BYD dan Merek China Kuasai Pangsa Pasar

Penulis: Taufik Rahman  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 04:01:01 WIB
Pasar mobil listrik Australia naik 20% pada Mei 2026, menandai perubahan signifikan preferensi konsumen.

NUSA TENGGARA BARAT — Data dari Federal Chamber of Automotive Industries (CAI) yang dikutip Xinhua menunjukkan perubahan dramatis dalam pilihan konsumen Australia. Di segmen sport utility vehicle (SUV) yang paling populer, permintaan terhadap mobil listrik murni melonjak 167% year-on-year (YoY), sementara PHEV meroket hingga 377%. Pertumbuhan ini berbanding terbalik dengan SUV bermesin bensin yang justru terkontraksi 31% pada periode yang sama.

Toyota Masih Juara Tapi Tergerus, BYD dan Merek China Menggila

Toyota masih mempertahankan posisi sebagai merek terlaris di Australia pada Mei 2026. Namun, akumulasi penjualannya dalam lima bulan pertama tahun ini turun drastis dari 100.753 unit pada 2025 menjadi 76.017 unit pada 2026—penurunan yang cukup tajam untuk raja jalanan Australia.

Di posisi kedua, BYD mencatatkan penjualan 8.211 unit pada Mei 2026, tumbuh 155% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, tiga merek asal China—BYD, GWM, dan Chery—telah menjual 78.168 unit di Australia sepanjang 2026. Angka ini melesat 70% YoY, menandakan pergeseran preferensi konsumen Negeri Kanguru terhadap produk-produk asal Tiongkok yang menawarkan fitur lengkap dengan harga kompetitif.

BYD Buka Peluang Manufaktur di Australia, Pemerintah Siapkan Lahan

Wakil Presiden BYD, Liu Xueliang, baru-baru ini menyatakan keterbukaan perusahaannya untuk memproduksi komponen atau bahkan kendaraan utuh di Australia. Pernyataan ini muncul setelah Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut kemajuan teknologi kendaraan listrik global bisa menjadi momentum bagi Australia untuk menghidupkan kembali industri manufaktur otomotifnya yang sudah lama mati suri.

Jika terealisasi, langkah ini bisa menjadi game-changer bagi pasar Australia yang selama ini hanya menjadi pasar konsumen tanpa basis produksi lokal. BYD sendiri sudah memiliki pabrik perakitan di beberapa negara seperti Thailand, Brasil, dan Hungaria, sehingga pengalaman ekspansi manufaktur global mereka sudah teruji.

Elektrifikasi Makin Dominan, Bensin Mulai Ditinggalkan

Data CAI menunjukkan bahwa tren adopsi kendaraan listrik di Australia semakin cepat. Jika pada April 2026 pangsa BEV baru mencapai 16,4%, dalam waktu sebulan angkanya langsung menembus 20%. Dengan kontribusi total elektrifikasi mencapai 46%, hampir separuh mobil baru yang laku di Australia pada Mei lalu sudah memiliki colokan atau setidaknya motor listrik sebagai penggerak tambahan.

Sementara itu, penurunan 31% penjualan SUV bensin menjadi alarm bagi pabrikan yang masih mengandalkan mesin konvensional. Konsumen Australia yang terkenal doyan mobil besar dan bertenaga kini mulai beralih ke opsi yang lebih efisien, terutama dengan hadirnya model-model listrik dan hybrid dari berbagai merek dengan harga yang semakin terjangkau.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: paultan.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top