Pemkab Sumbawa Barat Luncurkan Kartu KSB Maju Layanan Perikanan, Integrasikan Teknologi Bioflok dan Asuransi Nelayan

Penulis: Ridho Pratama  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 11:32:31 WIB
Peluncuran Kartu KSB Maju Layanan Perikanan integrasikan teknologi bioflok dan asuransi nelayan di Sumbawa Barat.

SUMBARAWA BARAT — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak lagi hanya memberikan bantuan bibit dan jaminan pasar bagi nelayan. Lewat Kartu KSB Maju Layanan Perikanan, Dinas Perikanan setempat mengintegrasikan dua program besar sekaligus: perluasan teknologi budidaya bioflok dan pendataan ulang penerima asuransi nelayan.

Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, menyebut sistem bioflok sebagai solusi masa depan karena hemat air dan mampu menghasilkan produktivitas tinggi di lahan terbatas. “Kami melihat teknologi bioflok sebagai solusi masa depan perikanan KSB karena sangat hemat penggunaan air. Kemudian, mampu menghasilkan produktivitas tinggi di lahan terbatas,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 3 Juni 2026.

Replikasi Model Sukses Dasan Anyar

Sistem budidaya ramah lingkungan ini mengacu pada keberhasilan yang telah berjalan di Dasan Anyar sejak 2018. Dinas Perikanan KSB optimistis replikasi pemanfaatan bakteri baik itu akan mempercepat kemandirian pangan daerah.

Agus menjelaskan, penerapan di lapangan wajib mengintegrasikan kesesuaian tata ruang, manajemen kualitas air, pakan yang baik, hingga adopsi teknologi. Keberhasilan program perikanan berkelanjutan tidak bisa instan, kata dia.

Database Asuransi Nelayan Sedang Diverifikasi

Bersamaan dengan pengenalan bioflok, petugas di lapangan sudah satu bulan terakhir melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima asuransi nelayan 2026. Langkah ini memastikan intervensi anggaran daerah tepat sasaran dan berkeadilan.

Dalam proses verfak, tim dinas menemukan sejumlah data yang tidak memenuhi kriteria, termasuk calon penerima di luar batas usia produktif. Dinas Perikanan KSB langsung memilah jenis proteksi berdasarkan profil risiko masing-masing profesi.

“Nelayan tangkap akan mendapatkan asuransi keselamatan jiwa karena risiko tinggi di laut, sedangkan pembudidaya seperti kelompok bioflok kita siapkan asuransi risiko usaha,” urai Agus.

Modernisasi Beriringan Perlindungan Hukum

Agus menegaskan, inovasi teknologi tidak akan berjalan optimal tanpa jaminan keselamatan bagi para pelakunya. “Modernisasi hulu ke hilir harus berjalan beriringan dengan aspek perlindungan. Sehingga nelayan dan pembudidaya kita bisa bekerja dengan tenang,” lanjutnya.

Pemerintah daerah berharap ekosistem perikanan Sumbawa Barat bertransformasi menjadi sektor unggulan yang tangguh. Agus mengimbau para nelayan meninggalkan metode konvensional dan segera berkolaborasi aktif dengan penyuluh di lapangan. “Pemerintah daerah tidak hanya memberikan bantuan bibit dan jaminan pasar, tetapi juga memastikan keselamatan jiwa dan modal usaha mereka terlindungi secara hukum,” pungkasnya.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top