Harga Emas Antam di Indonesia Kembali Turun, Kini Rp2.759.000 Per Gram

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 11:00:31 WIB
Harga emas Antam turun ke Rp2.759.000 per gram pada Kamis (4/6).

JAKARTA — Pergerakan harga emas Antam kembali menunjukkan tren penurunan pada Kamis (4/6). Berdasarkan data yang dihimpun, harga logam mulia untuk ukuran satu gram saat ini berada di angka Rp2.759.000.

Turun Tipis dari Hari Sebelumnya

Penurunan harga ini terjadi setelah beberapa waktu lalu emas sempat bertahan di level yang lebih tinggi. Meski tidak disebutkan secara rinci selisih penurunannya, harga Rp2.759.000 per gram menjadi patokan terbaru bagi konsumen yang hendak membeli emas Antam di butik atau gerai resmi.

Harga tersebut merupakan harga dasar untuk pembelian emas batangan bersertifikat Antam. Untuk pembelian dalam jumlah besar, biasanya terdapat selisih harga yang berbeda tergantung kebijakan masing-masing gerai.

Harga Buyback Ikut Terkoreksi

Selain harga jual, harga buyback atau harga yang ditetapkan Antam ketika menjual kembali emas batangan ke pihak Antam juga ikut mengalami penyesuaian. Harga buyback saat ini dipatok lebih rendah dari harga jual, sesuai dengan mekanisme pasar logam mulia pada umumnya.

Selisih antara harga jual dan harga buyback ini lazim terjadi dan menjadi pertimbangan bagi investor atau masyarakat yang hendak berinvestasi emas fisik. Fluktuasi harga emas Antam sendiri dipengaruhi oleh pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pilihan Investasi yang Tetap Diminati

Meski tengah mengalami koreksi, emas Antam masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia. Stabilitas nilai emas dalam jangka panjang kerap dijadikan alasan utama, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagi warga yang berminat membeli, harga tersebut belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Pembelian emas Antam dapat dilakukan di gerai resmi Antam atau melalui mitra penjualan yang telah ditunjuk.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: idnfinancials.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top