NUSA TENGGARA BARAT — Kegagalan di final kontra PSG tidak memupus ambisi Arsenal. Klub asal London Utara itu justru menjadikan kekalahan sebagai bahan bakar untuk musim 2025/2026. Rice, yang sukses mengeksekusi penalti di babak tos-tosan, berjanji timnya akan tampil lebih garang.
“Tidak ada alasan bagi kami untuk berhenti di sini,” ujar Rice usai parade Premier League di London Utara, dikutip dari Guardian. “Musim depan kami akan lebih kuat dan siap lagi. Ini saat yang menyenangkan untuk klub. Tahun depan, kami akan kembali untuk merebut lebih banyak gelar.”
Pernyataan itu disampaikan Rice di tengah euforia perayaan gelar Premier League yang baru saja direbut Arsenal untuk pertama kalinya sejak 2004. Bersama rekan setim, ia naik bus atap terbuka dan meneriakkan yel-yel “Set Piece FC” di atas mikrofon di hadapan ratusan ribu suporter yang memadati jalanan London Utara.
Bek Brasil Gabriel Magalhães menjadi pahlawan yang juga pesakitan. Ia tampil gemilang sepanjang laga dan masuk dalam tim terbaik Liga Champions versi UEFA, namun justru gagal mengeksekusi penalti penentu yang membuat PSG mempertahankan mahkota Eropa. “Ini menyakitkan,” tulis Gabriel di Instagram. “Tapi saya bangga dengan tim ini dan semua yang kami capai bersama musim ini.”
Manajer Mikel Arteta langsung memberikan semangat di ruang ganti usai laga. “Dia bilang dia mencintai kami semua, menyuruh kami tetap tegak, dan bangga dengan pencapaian musim ini,” ungkap Rice. “Di momen sulit, dia selalu ada untuk kami. Itu sebabnya kami senang bisa memberinya gelar Premier League—dia pantas mendapatkannya.”
Arsenal menjadi klub dengan jumlah laga terbanyak di Liga Champions tanpa pernah juara, namun capaian musim ini tetap bersejarah. Myles Lewis-Skelly, pemain 19 tahun yang lahir setelah Arsenal terakhir juara liga, menyebut kegagalan di final justru “menambah bensin ke api”. “Ini awal dari era baru. Kami siap mewujudkan mimpi,” katanya.
Rice sendiri akan melewatkan laga uji coba Inggris kontra Selandia Baru pada Sabtu (7/6) karena jadwal istirahat sebelum bergabung dengan skuad Thomas Tuchel di Miami. Pemain 27 tahun itu mencatat menit bermain terbanyak di antara pemain lapangan Arsenal musim ini di semua kompetisi—bukti betapa vital perannya di lini tengah Arteta.
Parade ganda juga dimeriahkan tim wanita Arsenal yang membawa pulang Piala Champions FIFA Februari lalu. Empat bus atap terbuka melintasi rute sepanjang delapan kilometer, menandai kebangkitan penuh klub asal London Utara setelah dua dekade paceklik gelar liga.