MATARAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) menerbitkan peringatan dini banjir rob untuk wilayah pesisir Lombok dan Sumbawa. Kepala Stasiun Satria Topan Primadi menyebut durasi pasang maksimum berkisar antara lima hingga tujuh jam setiap harinya.
Di Pulau Lombok, tujuh kecamatan masuk zona waspada, yakni Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Sementara di Pulau Sumbawa, sepuluh kecamatan berpotensi terdampak, meliputi Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.
BMKG mengimbau masyarakat di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kami imbau masyarakat yang berada di kawasan pesisir, bantaran sungai, maupun dataran rendah agar selalu siaga dan mengantisipasi dampak pasang maksimum," ujar Satria, Selasa (26/5/2026).
Fenomena Purnama Biru pada 31 Mei 2026 tergolong langka karena terjadi dua kali fase purnama dalam satu bulan. Secara ilmiah, fase purnama meningkatkan ketinggian air laut akibat gravitasi Bulan dan Matahari yang sejajar dengan Bumi.
Istilah "biru" bukan merujuk pada warna bulan, melainkan idiom bahasa Inggris kuno once in a blue moon yang berarti peristiwa jarang terjadi. Total bulan purnama sepanjang tahun ini mencapai 13 kali.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut berkisar 0,5 hingga 2,5 meter dengan pasang maksimum sekitar 1,9 sampai 2 meter. Di perairan barat Pulau Lombok, pasang berlangsung selama lima jam, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WITA. Sementara di perairan timur Pulau Sumbawa, durasinya lebih panjang, yakni tujuh jam dari pukul 08.00 hingga 15.00 waktu setempat.
Selama periode peringatan dini, arah angin di NTB bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 5 hingga 20 knot. Kondisi ini memperkuat potensi gelombang tinggi di sejumlah titik pesisir.
Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di bibir pantai saat puncak pasang, terutama antara pukul 08.00 hingga 15.00 WITA. Pemilik tambak dan permukiman di pesisir diminta mengamankan barang berharga serta menyiapkan jalur evakuasi mandiri jika genangan meluas.
BMKG akan memperbarui peringatan dini secara berkala. Warga dapat memantau informasi cuaca maritim melalui kanal resmi Stasiun Meteorologi ZAM.