SUMBAWA — Tambahan daya sebesar 30 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek yang berlokasi di Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, ini telah rampung dan beroperasi penuh dengan tiga unit mesin dual fuel yang bisa menggunakan bahan bakar gas maupun minyak.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan sebelum PLTMG ini beroperasi, Pulau Sumbawa masih mengalami keterbatasan pasokan listrik. Akibatnya, sejumlah kebutuhan pelanggan belum terlayani secara optimal.
“Dengan beroperasinya PLTMG Sumbawa 2, kapasitas listrik di Sistem Tambora meningkat dari sekitar 160 MW menjadi 191 MW dan kini memiliki cadangan daya sekitar 20 persen,” jelas Rizki dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/5).
Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menyebut Pulau Sumbawa memiliki potensi ekonomi besar yang selama ini terhambat pasokan listrik. Sektor yang menjadi sasaran utama antara lain pertambangan, tambak udang, pariwisata, perhotelan, dan UMKM.
“Tambahan daya dari PLTMG ini akan memenuhi kebutuhan pertumbuhan listrik dari berbagai sektor potensial tersebut, sekaligus mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja,” ujar Yogi.
Proyek PLTMG Sumbawa 2 dibangun tanpa satu pun kecelakaan kerja atau zero accident selama proses konstruksi. Yogi menekankan keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN Group, kontraktor, konsultan, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar.
“Keberhasilan besar tidak pernah lahir dari satu orang. Keberhasilan lahir dari kebersamaan, sinergi, kolaborasi, dan profesionalisme seluruh pihak yang bergerak dalam tujuan yang sama,” tambahnya.
Rizki menegaskan, dengan sistem kelistrikan yang semakin andal, pihaknya berharap masyarakat dan pelaku usaha di Pulau Sumbawa tidak ragu lagi mengembangkan usaha. PLN berkomitmen terus menambah pasokan listrik di Sumbawa dalam beberapa tahun ke depan untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi daerah.