Bupati Sumbawa Temukan Ekskavator Pembalakan Liar Pindah dari Lokasi Garis Polisi, Beri Waktu 2 Hari Turunkan Alat Berat

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 14:38:15 WIB
Bupati Sumbawa menemukan ekskavator pembalakan liar yang dipindahkan dari lokasi garis polisi.

SUMBAWA BESAR — Aktivitas pembalakan liar di Kabupaten Sumbawa masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mengungkapkan laporan terbaru menunjukkan praktik ilegal masih terjadi di Kecamatan Alas, Batulanteh, dan Lenangguar, meskipun tim Satgas perlindungan dan pengamanan hutan telah beberapa kali turun ke lapangan.

“Khusus di Batulanteh, masih kita temukan meski tim Satgas sudah beberapa kali turun ke lapangan. Bahkan hasil pengecekan terbaru, ditemukan perpindahan ekskavator yang sebelumnya dipasangi garis polisi,” kata Bupati saat memimpin rapat evaluasi, baru-baru ini.

Pemilik Alat Berat Diberi Waktu Dua Hari

Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum sepakat memperkuat penindakan guna memberikan efek jera. Bupati memastikan langkah tegas akan diambil terhadap alat berat maupun barang bukti hasil penebangan liar.

Pemilik ekskavator yang terlibat diberikan waktu dua hari ke depan untuk menurunkan alat berat secara mandiri. Apabila tidak ada tindak lanjut, pemerintah akan melakukan modifikasi kunci oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama mekanik yang ditunjuk.

Kayu Ilegal Akan Dicacah agar Tak Bernilai Ekonomis

Bupati Jarot menegaskan bahwa kayu hasil pembalakan liar yang telah diamankan akan dicacah menjadi potongan kecil. Langkah ini dilakukan agar kayu tersebut tidak lagi memiliki nilai ekonomis dan tidak dapat dimanfaatkan kembali oleh pelaku.

“Pemerintah berkomitmen untuk memberantas praktik illegal logging dan memperkuat upaya perlindungan kawasan hutan demi masa depan yang lebih asri di masa yang akan datang,” ujarnya.

Program Sumbawa Hijau Lestari: Dua Langkah Utama

Pemerintah Kabupaten Sumbawa tetap melanjutkan program Sumbawa Hijau Lestari sebagai prioritas menjaga kelestarian lingkungan. Program ini difokuskan pada dua langkah utama: menjaga kawasan hutan yang masih lestari dan memulihkan kawasan hutan yang rusak melalui penghijauan serta penanaman pohon.

Tim Satgas perlindungan dan pengamanan hutan telah berjalan hampir satu tahun. Selain itu, kegiatan Safari Menanam telah dilaksanakan di 13 titik pada 11 kecamatan dengan tingkat pertumbuhan tanaman yang dinilai cukup baik.

Tiga Lokasi Prioritas Akan Dipagari

Pada masa pemerintahannya, Bupati juga akan memfokuskan perhatian pada pemeliharaan tanaman yang telah ditanam. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembangunan pagar pengaman di tiga lokasi prioritas, yaitu Beringin Sila, Kapasari, dan Bendungan Gapit.

“Saya minta Bapperida bersama DLH dan pihak kecamatan untuk segera melakukan penetapan dan pematokan batas lokasi yang akan dipagari dengan memastikan tidak memasuki lahan milik masyarakat,” tukasnya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top