NUSA TENGGARA BARAT — Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak sangat volatil sepanjang hari ini. Sempat dibuka melemah di pagi hari, indeks sempat berbalik menguat signifikan sebelum akhirnya ditutup longsor mendekati 2% akibat tekanan jual yang masif.
Sebelum berbalik melemah, IHSG sebenarnya sempat menunjukkan taji dengan melesat 1% ke level 6.430,97. Lonjakan ini terjadi sesaat sebelum Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR. Pada momentum penguatan tersebut, tercatat 382 saham bergerak positif dengan nilai transaksi mencapai Rp4,83 triliun.
Sejak bel pembukaan berbunyi pada pagi hari, indeks sebenarnya sudah menunjukkan indikasi tekanan dengan melemah 0,29% ke level 6.352,20. Kala itu, nilai transaksi awal baru tercatat Rp158 miliar dengan volume 235 juta lembar saham. Namun, aksi beli sempat mendorong indeks naik tinggi sebelum akhirnya berbalik jatuh hingga ambles 1,35% dalam waktu singkat setelah pembukaan.
Tekanan jual yang besar di akhir sesi langsung menyapu bersih keuntungan harian tersebut. Kondisi ini memaksa kapitalisasi pasar BEI menyusut menjadi Rp11.079 triliun pada penutupan perdagangan.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi harian di bursa mencapai Rp10,26 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,25 juta kali. Saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar kembali menjadi motor penggerak volume perdagangan.
Barisan saham yang paling aktif ditransaksikan oleh investor sepanjang hari ini meliputi:
Koreksi dalam yang dialami pasar saham domestik tidak terlepas dari sikap wait and see para pelaku pasar. Fokus utama investor saat ini tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan Rabu siang ini.
Keputusan bank sentral terkait BI Rate dipandang sangat krusial untuk menahan laju pelemahan nilai tukar rupiah. Tekanan eksternal yang berat pada pasar keuangan dalam negeri membuat keputusan BI kali ini menjadi jangkar stabilitas yang paling dinanti oleh para manajer investasi dan pelaku usaha.