LOMBOK BARAT — Ballroom Hotel Merumatta, Senggigi, menjadi titik temu para kepala daerah dari wilayah kepulauan tengah dan timur Indonesia. Bupati Dompu Bambang Firdaus hadir di tengah forum yang mulanya direncanakan sebagai ajang penganugerahan bagi pemda berprestasi.
Namun, kesepakatan antara Mendagri Muhammad Tito Karnavian dan Menko Polkam Djanari Chaniago mengubah arah acara. Rakor itu berubah menjadi konsolidasi stabilitas politik dan keamanan daerah.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan tiga pilar utama. Pertama, optimalisasi peran strategis Forkopimda. Kedua, penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai pendingin suhu masyarakat di daerah rawan gesekan. Ketiga, kewajiban daerah menghidupkan kembali Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (TPKS).
Tito menyoroti masih ada daerah yang belum mengoptimalkan tim TPKS. “Penting untuk membentuk tim penanganan konflik sosial. Itu adalah amanat Perpres, PP, dan juga undang-undang yang harus dijalankan,” tegasnya di hadapan para kepala daerah.
Bagi Bambang Firdaus, rakor ini menawarkan lebih dari sekadar arahan keamanan. Ia melihat jalinan silaturahmi yang terbangun di Senggigi sebagai peluang untuk mengakselerasi pembangunan di Dompu.
“Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menko Polkam, Mendagri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, hingga para Gubernur se-Maluku dan Nusra. Ini tentu menjadi peluang berharga bagi kami para kepala daerah untuk membuka akses pembangunan, terutama dalam mengembangkan potensi-potensi lokal Dompu,” ungkap Bambang seusai acara.
Rakor berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga sore hari. Sejumlah gubernur turut menyaksikan jalannya forum, termasuk Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Hendrik Lewirissa, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Sinergi yang terjalin menjadi sinyal bahwa wilayah Maluku dan Nusa Tenggara siap melangkah bersama menjaga kerukunan sekaligus memacu roda pembangunan di daerah masing-masing.