MATARAM — Peristiwa itu terjadi ketika sebagian besar siswa dan guru tengah melaksanakan salat Zuhur berjemaah. Lima siswi yang berada di dalam ruang kelas yang ambruk tidak ikut salat karena tiga di antaranya beragama nonmuslim, sementara dua lainnya sedang berhalangan.
“Anak-anak itu memang masih di dalam kelas saat kejadian,” ujar perwakilan pihak sekolah di lokasi, Selasa sore.
Pihak sekolah menduga ruang kelas tersebut sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi bangunan yang kosong dalam waktu lama disebut menjadi faktor utama kerapuhan struktur.
“Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Tiba-tiba ambruk begitu saja,” kata sumber yang sama.
Akibat kejadian ini, satu siswi dilaporkan mengalami luka cukup serius akibat tertimpa material bangunan. Ia langsung dirujuk ke rumah sakit di Kota Mataram untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Empat siswi lainnya mengalami luka ringan dan syok. Seluruh korban saat ini sudah dievakuasi dan mendapat pendampingan dari guru serta tenaga kesehatan setempat.
Usai kejadian, area sekitar bangunan yang ambruk langsung dipasangi pembatas untuk mencegah siswa mendekat. Petugas bersama pihak sekolah juga melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan lain di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan adanya kerusakan tambahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau Dinas Pendidikan setempat terkait penyebab pasti ambruknya ruang kelas tersebut. Pihak sekolah masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.