Petani Lombok Barat Tak Perlu Bawa Berkas, Cukup KTP untuk Tebus Pupuk Subsidi Lewat Aplikasi i-Pubers

Penulis: Ridho Pratama  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 20:22:01 WIB
Petani Lombok Barat cukup menunjukkan KTP untuk menebus pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers.

GIRI MENANG — Sistem penebusan pupuk subsidi yang sebelumnya rumit dan rawan sengketa kini berubah drastis di Lombok Barat. Cukup dengan menunjukkan KTP, petani yang terdaftar dalam sistem sudah bisa mendapatkan jatah pupuk mereka. Hal ini diakui oleh pemilik kios pupuk UD Arif Tani, H. Sabri M Amin, yang menyebut aplikasi i-Pubers telah membuat segalanya lebih transparan.

"Sekarang petani cukup datang bawa KTP, kami cocokkan datanya di aplikasi. Kalau namanya terdaftar dan kuotanya ada, langsung bisa ditebus," ujar Sabri di kiosnya di Dusun Gegutu, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Kamis (14/5/2026).

Data Petani Tak Bisa Dimanipulasi Lagi

Salah satu keunggulan utama sistem baru ini adalah integrasi data yang ketat. Seluruh informasi petani, mulai dari nama, luas lahan garapan, hingga kuota pupuk yang diterima, sudah tercatat dalam sistem pusat. Sabri menegaskan, kios tidak lagi bisa mengubah data penerima, termasuk memanipulasi luas lahan yang sebelumnya kerap terjadi.

"Kalau dulu ada petani yang luas lahannya 50 are tapi mengaku 75 are. Sekarang tidak bisa lagi karena semuanya sudah terdata dengan rapi," jelasnya. Sistem pemetaan lahan berbasis poligon juga disebut meminimalisasi potensi kecurangan.

Stok Aman, Distribusi Lancar

Selain kemudahan administrasi, ketersediaan stok pupuk di tingkat kios juga lebih terjamin. Sabri mengatakan, kios diwajibkan memiliki stok minimal untuk kebutuhan tujuh hari ke depan. Hal ini penting karena jadwal tanam petani tidak serempak, sehingga kebutuhan pupuk bisa datang sewaktu-waktu tanpa risiko keterlambatan pemupukan yang bisa menurunkan produktivitas.

Distribusi dari distributor ke kios pun berjalan lancar. "Distributor kami dari Puskud NTB. Kalau pesan hari ini, biasanya satu atau dua hari sudah datang," ujar Sabri. Ia memastikan harga pupuk di kios tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, tanpa tambahan biaya lain kecuali ongkos kirim jika petani meminta diantar ke lahan.

Petani Merasa Lebih Tenang

Manfaat sistem digital ini juga dirasakan langsung oleh petani. Edi Suryadi, petani dari Kelompok Tani Kekeri Timur yang menggarap lahan seluas 92 are, mengaku proses penebusan kini jauh lebih mudah. "Sistem sekarang sangat mempermudah petani. Stok pupuk selalu tersedia, jadi kami merasa lebih tenang," katanya.

Edi menambahkan, sejak menggunakan aplikasi i-Pubers, dirinya belum pernah menemui kendala saat menebus pupuk. Sebelumnya, proses manual kerap memicu protes karena petani merasa jatah pupuknya dikurangi oleh kios. Kini, semua data bisa ditunjukkan secara langsung melalui aplikasi, menghilangkan kecurigaan di antara kedua belah pihak.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top