MATARAM — Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan bahwa pelunasan kewajiban oleh PT Pacific Cilinaya Fantasi menjadi syarat mutlak sebelum membicarakan masa depan Mataram Mall. Kontrak kerja sama pengelolaan pusat perbelanjaan tersebut dijadwalkan berakhir pada 11 Juni 2026.
Mohan menyatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh poin dalam kontrak lama dipenuhi sepenuhnya. Hal ini mencakup tunggakan royalti yang hingga kini masih menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kota Mataram.
"Untuk memutuskan terkait pengelolaan Mataram Mall, kemarin kota membentuk tim kajian hukum yang ditugaskan menelaah semuanya, mulai dari isi kontrak termasuk juga aspek sosiologisnya. Banyak hal yang saya minta sebagai bahan saya lakukan telaahan untuk saya ambil keputusan keberlanjutan soal Mataram Mall," ujarnya.
Keputusan mengenai kelanjutan kerja sama masih menunggu hasil telaah mendalam terhadap dokumen yang diserahkan pihak pengelola. Wali Kota mengaku telah mempelajari berkas tersebut, namun tetap menempatkan penyelesaian kewajiban di atas meja perundingan.
"Sudah ada dokumen yang disampaikan dan sudah saya pelajari, dan untuk ini fokus kami untuk meminta PT Pacific Cilinaya Fantasi selaku pengelola Mataram Mall agar menyelesaikan kewajiban-kewajiban mereka sesuai yang tertuang dalam kontrak kerjasama," tegas Mohan.
Ia menambahkan, pemenuhan tanggung jawab ini akan menjadi dasar utama untuk menentukan keberlanjutan kerja sama. Jika tunggakan tidak diselesaikan sebelum tenggat waktu, peluang untuk mendapatkan kontrak baru dipastikan sulit terwujud.
Mohan mengisyaratkan adanya perubahan signifikan jika kerja sama nantinya berlanjut, dengan aturan main yang jauh lebih tegas. Evaluasi dari sistem pengelolaan sebelumnya menunjukkan perlunya batasan waktu dan besaran royalti yang lebih menguntungkan daerah.
"Karena dasar dari sistem pengelolaan sebelumnya itu banyak menjadi catatan bagi kami untuk kemudian kami buat kontrak baru yang lebih jelas dan tegas baik itu soal limit waktu, soal besaran royalti dan lain lain," imbuhnya.
Selain opsi perpanjangan, Pemkot Mataram membuka kemungkinan skenario alternatif berupa seleksi terbuka bagi calon pengelola lain. Mekanisme beauty contest akan dipertimbangkan jika pengelola saat ini gagal menunjukkan itikad baik dalam memenuhi kewajiban.
"Tidak menutup kemungkinan juga kalau kontraknya sudah selesai bisa saja di beauty contest-kan, nanti kita lihat," ucap Mohan.
Terlepas dari keputusan akhir nantinya, Mohan menegaskan bahwa hak keuangan daerah tetap harus dituntaskan oleh PT Pacific Cilinaya Fantasi. "Tapi tetap! Dia selesai, diperpanjang atau tidak diperpanjang kewajiban mereka harus tetap diselesaikan itu yang terpenting," pungkasnya.