Apple dilaporkan tengah menjajaki kerja sama dengan Intel dan Samsung guna mendiversifikasi rantai pasok manufaktur chipset mereka di luar TSMC. Langkah strategis ini muncul bersamaan dengan peluncuran iOS 26.5 Release Candidate yang membawa tiga peningkatan fitur utama bagi pengguna. Pergeseran ini menandakan ambisi raksasa Cupertino tersebut untuk memperkuat ketahanan produksi komponen intinya.
Ketergantungan Apple yang sangat tinggi pada TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) tampaknya akan segera berakhir. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Apple sedang mengevaluasi kemampuan Intel dan Samsung untuk menjadi mitra manufaktur chipset mereka di masa mendatang. Diversifikasi ini dianggap sebagai langkah krusial untuk memitigasi risiko geopolitik dan gangguan rantai pasok global yang kerap menghantui industri semikonduktor.
Selama satu dekade terakhir, TSMC menjadi mitra eksklusif yang memproduksi prosesor seri-A untuk iPhone dan seri-M untuk Mac. Masuknya Intel dan Samsung ke dalam radar Apple berpotensi mengubah peta kekuatan industri pengecoran chip (foundry) dunia. Bagi Intel, kesepakatan ini akan menjadi validasi besar bagi unit bisnis Foundry Services mereka yang baru bangkit.
Di sisi perangkat lunak, Apple resmi menggulirkan versi Release Candidate (RC) untuk iOS 26.5 pada Selasa (5/5/2026). Versi ini merupakan tahap final pengujian sebelum sistem operasi tersebut tersedia bagi seluruh pengguna iPhone secara global dalam waktu dekat. Apple menonjolkan tiga peningkatan utama dalam pembaruan kali ini yang berfokus pada efisiensi sistem dan pengalaman pengguna.
Meski detail teknis mendalam mengenai ketiga peningkatan tersebut masih dijaga ketat, kehadiran versi RC biasanya menandakan bahwa fitur-fitur baru sudah stabil. Pengguna yang terdaftar dalam program beta dapat mengunduh pembaruan ini lebih awal untuk memastikan tidak ada bug kritis yang tersisa. Rilis publik diprediksi akan menyusul dalam sepekan ke depan jika tidak ditemukan kendala teknis yang berarti.
Walaupun iOS 26.5 baru saja mencapai tahap final, rumor mengenai iOS 27 sudah mulai beredar di kalangan pemerhati teknologi. Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah kemampuan baru di Apple Wallet yang disebut "Create a Pass". Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuat kartu digital atau tiket secara mandiri di dalam aplikasi Wallet tanpa harus bergantung pada API pihak ketiga.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Apple untuk menjadikan iPhone sebagai pengganti dompet fisik yang lebih komprehensif. Dengan "Create a Pass", fleksibilitas pengguna dalam menyimpan kartu loyalitas lokal, kartu akses kantor, hingga tiket acara mandiri akan meningkat drastis. Apple tampaknya ingin memberikan kontrol lebih besar kepada individu dalam mengelola kredensial digital mereka sendiri.
Rangkaian kabar ini menunjukkan bahwa Apple sedang bermain di dua level strategis sekaligus: penguatan fondasi perangkat keras dan inovasi perangkat lunak jangka panjang. Upaya merangkul Samsung dan Intel menunjukkan bahwa Apple tidak ingin nasib produksinya hanya ditentukan oleh satu wilayah geografis saja. Di sisi lain, pembaruan software yang konsisten menjaga ekosistem mereka tetap relevan bagi ratusan juta pengguna aktif.
Bagi pasar Indonesia, diversifikasi chip ini mungkin tidak berdampak langsung pada harga perangkat di level ritel. Namun, stabilitas pasokan global akan memastikan ketersediaan unit iPhone terbaru di pasar domestik tetap terjaga tanpa inden panjang. Sementara itu, fitur baru di Apple Wallet tetap menjadi salah satu yang paling dinanti, mengingat adopsi sistem pembayaran digital yang terus tumbuh pesat di tanah air.