JAKARTA — Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi hadir langsung menerima kedua penghargaan dalam ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-18 tersebut. Penilaian BIFA 2026 menyoroti institusi jasa keuangan yang mampu menjaga kinerja finansial sekaligus beradaptasi dengan transformasi digital dan memperkuat inklusi keuangan.
Bagi BRI, penghargaan di bidang kepemimpinan diberikan atas peran Hery Gunardi mendorong transformasi perusahaan yang semakin adaptif dan berorientasi pada kebutuhan nasabah. Penghargaan itu juga dinilai sebagai apresiasi atas komitmen perseroan memperkuat ekosistem UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional.
Laba Bersih Rp31,2 Triliun Tumbuh 17,5 Persen
Kinerja semester I 2026 menjadi salah satu dasar penilaian Excellent Profitable State-Owned Bank 2026. BRI mencatat laba bersih Rp31,2 triliun, naik 17,5 persen year-on-year, di tengah transformasi bisnis yang masih berjalan.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.645,5 triliun atau tumbuh 16,2 persen YoY. Segmen UMKM menyumbang Rp1.235,4 triliun dari total kredit itu, dengan pertumbuhan 8,6 persen YoY.
Hery Gunardi menyampaikan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi transformasi BRI dalam memperkuat fundamental bisnis sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh insan BRI dalam menjalankan transformasi perusahaan. Kami ingin terus memperkuat peran BRI, bukan hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, mengembangkan skala bisnisnya, hingga mampu naik kelas. Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penguatan fundamental dan penciptaan nilai bagi masyarakat," ujar Hery.
Holding Ultra Mikro Layani 33,8 Juta Nasabah Pinjaman
Penguatan ekosistem UMKM diwujudkan lewat Holding Ultra Mikro yang hingga Juni 2026 melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan. Ekosistem itu juga mendorong 2,3 juta debitur naik kelas ke segmen usaha yang lebih tinggi.
Di luar pembiayaan, BRI menjalankan sejumlah program pemberdayaan. Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa, sedangkan Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha.
Platform digital linkumkm by BRI tercatat menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Rumah BUMN telah diikuti sekitar 596 ribu pelaku usaha yang bergabung dalam program tersebut.
Alasan BIFA 2026 Menilai Lebih dari Kinerja Finansial
Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Arif Budisusilo menyebut BIFA 2026 menjadi momentum menyoroti perusahaan yang tidak hanya mencatatkan kinerja finansial kuat. Penilaian juga mencakup kemampuan beradaptasi dengan transformasi digital, memperkuat inklusi keuangan, dan menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
"BIFA 2026 adalah apresiasi bagi institusi keuangan yang mampu menunjukkan ketangguhan, kinerja berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi. Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu bagi industri keuangan untuk terus berinovasi serta memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif," ujar Arif Budisusilo.