MATARAM — Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, menyatakan tarian tersebut mengolaborasikan kekayaan adat dan budaya Nusantara, namun tetap menonjolkan budaya NTB. Keterlibatan berbagai etnis diharapkan menggambarkan keberagaman Indonesia sekaligus menegaskan bahwa kawasan Mandalika merupakan bagian dari Indonesia yang terbuka bagi masyarakat dunia.
"NTB menjadi dominan di situ. Kita menunjukkan NTB, tetapi juga ada berbagai etnis yang ada di Indonesia," ujarnya, Senin (28/9).
Para penari yang terlibat berasal dari berbagai unsur, termasuk pelajar SMA dan mahasiswa. Hingga kini, persiapan pertunjukan masih berjalan dengan latihan setiap hari di Taman Budaya NTB.
Tujuh Tarian Kepahlawanan dari Berbagai Daerah
Koreografer NTB, Lalu Suryadi Mulawarman, mengatakan konsep pertunjukan mengangkat kekayaan budaya dan tradisi Nusantara, khususnya tari-tarian yang memiliki unsur kepahlawanan kuat.
"Kita coba mengangkat beberapa tari kepahlawanan yang ada di Nusantara. Kepahlawanan dari Maluku, kepahlawanan dari Minahasa, kepahlawanan NTB, Papua," katanya.
Tari yang akan ditampilkan meliputi Tari Caci dari NTT, Tari Cakalele dari Maluku, Tari Kabasaran dari Minahasa, Tari Tandang Mendet dari NTB, Tari Perang dari Papua, Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan, serta tari dari Bali.
Pertunjukan tersebut juga diperkuat Marching Band dari STPDN, Colour Guard, dan Gendang Beleq, dengan melibatkan sekitar 250 talent.
"Jadi tujuh item ini yang coba kita angkat menjadi satu pertunjukan. Kita juga menampilkan tari-tari kepahlawanan, the aspect tari kepahlawanan dan tari dengan unsur tradisi yang sangat kuat. Pakarena dan yang dari Bali juga tampil pada opening ceremony MotoGP 2026 ini," jelasnya.
Mandalika Milik Seluruh Masyarakat Nusantara
Pemilihan berbagai tarian dari daerah di Indonesia bukan tanpa alasan. Menurut Lalu Suryadi, keberadaan Sirkuit Mandalika dan penyelenggaraan MotoGP di NTB harus menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia.
Ia menginginkan penonton yang datang dari berbagai daerah merasakan keterwakilan budaya daerahnya ketika menyaksikan opening ceremony.
"Dasarnya karena Sirkuit Mandalika tidak hanya dimiliki Lombok atau NTB saja, tetapi juga dimiliki oleh seluruh masyarakat Nusantara," katanya.
Pertunjukan budaya ini rencananya ditampilkan di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (BIZAM), Taman Sangkareang, hingga Mandalika.