MATARAM — Kepala BP3MI NTB, Kadir, menyatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai keberadaan Yanuar dan langsung melakukan penelusuran. Koordinasi dilakukan dengan keluarga korban serta perwakilan Indonesia di luar negeri.
"Sedang kita proses. Sudah kita hubungi juga pihak keluarga, sedang kita koordinasikan juga dengan perwakilan kita," kata Kadir, Kamis, 24 September 2026.
Berpamitan Kerja ke Singapura, Kini Berada di Myanmar
Yanuar meninggalkan rumah sekitar sepekan sebelum kabar keberadaannya di Myanmar mencuat. Kepada kedua orang tuanya, ia mengaku hendak kembali bekerja ke Singapura, negara tempat ia pernah bekerja sebelumnya.
Kabar berbeda datang sekitar pukul 17.00 Wita. Yanuar menghubungi keluarganya dan mengatakan bahwa dirinya justru berada di Myanmar.
Ia mengaku berada di kawasan pegunungan. Di bawah lokasi tempatnya berada, menurut Yanuar, terdapat tentara yang berjaga.
Permintaan Tebusan Rp 70 Juta dan Laporan ke PWI NTB
Informasi itu membuat keluarga panik. Ayah Yanuar, Herman, melaporkan kasus tersebut ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB.
Dalam laporannya, Herman menyampaikan bahwa anaknya dapat dipulangkan ke Indonesia dengan syarat keluarga membayar Rp 70 juta kepada seorang manajer.
"Manajer minta tebusan Rp 70 juta," ujar Herman.
Keluarga mengaku tidak mampu memenuhi permintaan tersebut. Mereka lalu mencari bantuan agar keberadaan dan keselamatan Yanuar dapat dipastikan, sekaligus membuka jalan pemulangan ke Lombok.
Laporan ke Polda NTB dan Harapan Keluarga
Persoalan ini telah dilaporkan keluarga ke Unit PPA Polda NTB. Keluarga juga meminta bantuan sejumlah pihak, termasuk DPRD NTB dan Pemprov NTB.
Herman berharap pemerintah dapat segera memastikan kondisi anaknya. Jika keberadaan Yanuar telah berhasil dipastikan, keluarga meminta akses pemulangan segera dibuka.
Kasus Yanuar menambah daftar dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa pekerja migran asal NTB. Modus janji kerja ke negara tertentu, lalu korban dibawa ke lokasi berbeda, menjadi pola yang berulang dalam sejumlah kasus serupa.