JAKARTA — Pengakuan terhadap praktik toleransi beragama di Indonesia kembali mengemuka di panggung internasional. Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, secara khusus menyoroti keberadaan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang berdiri berdampingan di ibu kota sebagai simbol kerukunan yang langka.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungannya ke Indonesia, menegaskan bahwa harmoni antarumat beragama bukan sekadar wacana, melainkan praktik hidup yang terlihat nyata di Jakarta.
Simbol Kerukunan yang Diakui Dunia
Reem Alabali Radovan menilai bahwa kompleks Istiqlal-Katedral bukan hanya bangunan bersejarah, melainkan representasi hidup dari nilai-nilai kebersamaan. Bagi Jerman, negara dengan populasi multikultural yang terus berkembang, contoh semacam ini dinilai sangat relevan.
“Toleransi beragama adalah fondasi masyarakat yang damai,” ujarnya, menggambarkan kesan mendalamnya terhadap situasi di Indonesia. Pandangan ini menjadi pengakuan diplomatik yang kuat di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu kebebasan beragama.
Pengakuan di Tengah Isu Global
Pernyataan Menteri Jerman ini datang di saat banyak negara di dunia masih bergulat dengan konflik berbasis identitas dan agama. Keberadaan dua rumah ibadah besar yang saling terhubung melalui terowongan silaturahmi dinilai sebagai solusi konkret yang jarang ditemukan di negara lain.
Komentar ini otomatis menjadi sorotan di berbagai forum internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan praktik toleransi paling nyata di Asia Tenggara. Apresiasi dari pejabat tinggi negara maju ini juga menjadi modal diplomasi lunak bagi Indonesia di kancah global.
Apa Maknanya bagi Indonesia?
Apresiasi dari pemerintah Jerman ini tidak hanya berhenti sebagai pujian diplomatik. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam forum kerja sama bilateral, khususnya terkait program deradikalisasi dan dialog antaragama.
Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila yang dijaga di Indonesia diakui secara internasional sebagai solusi atas persoalan global. Pengakuan ini datang dari negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, yang memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas kawasan.