Pencarian

H Muhamad Aminurlah Siap Pimpin PAN NTB, Prioritas Pertama Bangun Kantor DPW dan Perkuat Basis di Pulau Lombok

Senin, 03 Agustus 2026 • 14:45:31 WIB
H Muhamad Aminurlah Siap Pimpin PAN NTB, Prioritas Pertama Bangun Kantor DPW dan Perkuat Basis di Pulau Lombok
H Muhamad Aminurlah menyampaikan kesiapannya memimpin DPW PAN NTB dengan prioritas membangun kantor permanen partai.

MATARAM — Kursi pimpinan tertinggi Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat masih kosong. Kekosongan ini terjadi setelah mantan Ketua DPW PAN NTB, Lalu Ahmad Zaini, resmi diberhentikan karena tersangkut perkara hukum pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga kini, DPP PAN belum juga menunjuk pelaksana tugas (Plt) maupun kepengurusan baru.

Kondisi ini dinilai menghambat laju konsolidasi partai menjelang berbagai agenda politik ke depan. Salah satu nama yang paling santer disebut sebagai kandidat kuat pengganti adalah H Muhamad Aminurlah, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PAN NTB sekaligus anggota DPRD NTB dari Dapil VI (Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu).

Konsolidasi Terhambat, DPP Diminta Segera Bertindak

Haji Maman menilai DPP tidak boleh membiarkan kekosongan ini berlarut-larut. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan terkait kepemimpinan di daerah berada di tangan DPP sebagai bentuk sistem top down.

“Semua ini sifatnya top down. Keputusan ada di DPP. Kita menunggu bagaimana langkah DPP memperbaiki struktur organisasi ke bawah. Tetapi jangan juga terlalu lama dibiarkan seperti ini,” ujarnya saat dimintai tanggapan di Mataram.

Menurutnya, tanpa kepemimpinan definitif, roda organisasi tidak bisa bergerak maksimal. “Harusnya DPP segera menunjuk Plt agar konsolidasi partai bisa berjalan,” tegasnya.

Kantor Sewa Jadi Pekerjaan Rumah Pertama

Di tengah dinamika politik tersebut, Haji Maman justru menyoroti satu persoalan mendasar yang kerap terlupakan: belum adanya kantor permanen DPW PAN NTB. Ia menyebut hal ini sebagai pekerjaan rumah yang wajib dituntaskan oleh pemimpin partai berikutnya.

“Organisasi besar harus punya kantor yang representatif. Sampai hari ini kantor resmi PAN NTB masih sewa. Itu harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Jika nantinya dipercaya memimpin, ia memasang target ambisius. “Kalau diberi amanah, itu menjadi prioritas pertama. Saya optimistis dalam waktu satu tahun kantor DPW PAN NTB sudah bisa berdiri,” ujarnya.

Rekam Jejak Panjang dan Strategi Besarkan Partai

Kesiapan Haji Maman bukan tanpa dasar. Ia memiliki rekam jejak panjang di partai berlambang matahari putih tersebut, mulai dari Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, anggota DPRD Kabupaten Bima, hingga pimpinan DPRD setempat sebelum melenggang ke kursi DPRD NTB.

Ia juga menyadari kelemahan PAN NTB yang selama ini hanya kuat di Pulau Sumbawa. Wilayah Lombok disebutnya belum menjadi lumbung suara yang signifikan. Strateginya nanti adalah konsolidasi hingga tingkat daerah dan rekrutmen kader berkapasitas.

“Kita harus melihat orang-orang yang memang punya kapasitas dan rekam jejak, bukan sekadar yang pandai mencari muka. Organisasi harus diisi oleh kader yang benar-benar bekerja,” katanya.

Ia pun menekankan filosofi kepemimpinan yang mengedepankan pengabdian. “Kekuasaan itu jangan hanya diamankan, tetapi harus diamalkan. Jabatan harus menjadi ladang pengabdian untuk masyarakat dan organisasi,” ucapnya.

Meski optimistis, Haji Maman menegaskan tidak sedang meminta jabatan. “Saya tidak meminta jabatan. Kalau dipercaya, Alhamdulillah. Yang penting saya bisa memberikan kontribusi nyata untuk membesarkan PAN dan memberi manfaat bagi organisasi,” pungkasnya.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gardaasakota.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks