Pencarian

Tiga Menteri Tinjau Fasilitas KNMP Ekas Buana di Lombok Timur, Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120

Jumat, 31 Juli 2026 • 18:57:31 WIB
Tiga Menteri Tinjau Fasilitas KNMP Ekas Buana di Lombok Timur, Zulhas Targetkan Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120
Tiga menteri meninjau fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih Ekas Buana di Lombok Timur, Jumat (31/7).

SELONG — Rombongan tiga menteri menyambangi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, pada Jumat (31/7). Mereka datang untuk memastikan langsung operasional fasilitas penunjang usaha perikanan yang telah dibangun di kawasan tersebut.

Kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto disambut Bupati Lombok Timur Haerul Warisin dan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.

Target Nilai Tukar Nelayan 120 pada 2026

Zulhas menegaskan komitmen pemerintah untuk menaikkan nilai tukar nelayan dari posisi saat ini di angka 103 menjadi 120 pada tahun depan. Ia menilai rendahnya nilai tukar nelayan selama ini membuat banyak nelayan merugi dan bergantung pada pinjaman rentenir.

"Bagaimana bisa kaya kalau utangnya terus melilit. Sehari bunga hutangnya sekian," ujarnya di hadapan para nelayan setempat.

Menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian memberikan keberpihakan kepada nelayan. Salah satu wujudnya adalah pembangunan KNMP yang dilengkapi balai lelang ikan, gudang beku (cool storage), pabrik es portabel, hingga pelabuhan.

Fasilitas Ini Mengubah Posisi Tawar Nelayan

Dengan adanya gudang beku, nelayan tidak lagi terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga murah saat panen melimpah. Ikan bisa disimpan sementara hingga harga pasar membaik.

"Kalau ikan murah bisa disimpan di cool storage. Kalau mau dibawa keluar sudah ada es batu. KNMP juga menjadi akses bagi nelayan untuk terhubung ke berbagai pasar," jelas Zulhas.

Pemerintah juga membuka akses pembiayaan melalui bank-bank milik negara dengan bunga sekitar 8 persen per tahun. Skema ini menjadi alternatif yang jauh lebih ringan dibandingkan pinjaman rentenir yang bunganya bisa mencapai satu persen per hari.

Rencana berikutnya, pemerintah akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) bersubsidi di KNMP Ekas Buana untuk menekan biaya operasional melaut.

Omzet KNMP Ekas Buana Capai Rp 54 Juta dari Sewa Kios

Ketua KNMP Ekas Buana, Yanto, mengatakan seluruh fasilitas kini telah beroperasi. Permintaan es batu dari pabrik es portabel terus meningkat seiring aktivitas melaut warga.

"Alhamdulillah sejak KNMP beroperasi, omzet yang kami dapatkan sudah cukup untuk operasional," katanya.

Sebanyak 28 kios kuliner yang dibangun di kawasan KNMP juga telah dimanfaatkan anggota kelompok nelayan untuk berusaha. Dari penyewaan kios tersebut, pengelola mengantongi pendapatan sekitar Rp 54 juta.

"Dana sewa itu kami putar kembali di KNMP untuk transaksi pembelian ikan nelayan dan kebutuhan operasional lainnya," tandas Yanto.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks