Pencarian

KEK SAMOTA di Sumbawa Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru NTB, Anggota DPD RI Ingatkan Jangan Sampai Hanya Untungkan Pemodal

Jumat, 31 Juli 2026 • 09:49:31 WIB
KEK SAMOTA di Sumbawa Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru NTB, Anggota DPD RI Ingatkan Jangan Sampai Hanya Untungkan Pemodal
Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan pandangannya terkait kesiapan KEK SAMOTA di Sumbawa.

MATARAM — Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, menegaskan keberhasilan KEK SAMOTA tidak cukup diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk. Menurut dia, indikator utama keberhasilan kawasan ini adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat melalui lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Keberhasilan KEK tidak hanya diukur dari besarnya investasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, nelayan, petani, dan pelaku pariwisata lokal,” ujar Mirah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7).

Potensi Besar yang Perlu Disiapkan Matang

Mirah menilai potensi Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora merupakan modal strategis yang besar. Namun, modal tersebut tidak akan berarti tanpa didukung kesiapan dokumen perencanaan, kepastian tata ruang, pembangunan infrastruktur dasar, dan regulasi yang jelas.

“Potensi Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora merupakan modal strategis yang perlu didukung dengan kesiapan dokumen, infrastruktur, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” kata alumnus Universitas Indonesia itu.

Ia menekankan kolaborasi yang kuat harus dibangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Tanpa sinergi itu, pengembangan kawasan ekonomi seluas itu berpotensi berjalan timpang.

Fokus Sektor Unggulan dan Keterlibatan Warga Lokal

Mirah mendorong pemerintah menetapkan fokus pengembangan sesuai potensi unggulan SAMOTA. Sektor pariwisata, ekonomi biru, perikanan, dan investasi hijau dinilai memiliki prospek besar untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal di setiap tahap pembangunan. Investor yang masuk diharapkan membangun kemitraan dengan pelaku UMKM, nelayan, dan petani setempat, bukan malah meminggirkan mereka.

“Pemerintah juga perlu menyiapkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja agar masyarakat lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri di KEK,” jelasnya.

Peringatan soal Kelestarian Lingkungan

Di tengah gencarnya persiapan pembangunan, Mirah mengingatkan agar laju infrastruktur tidak mengorbankan daya dukung lingkungan. Kawasan SAMOTA memiliki kekayaan ekosistem laut dan daratan yang harus dijaga.

“Dengan perencanaan yang terukur, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan, KEK SAMOTA diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” ujarnya.

Ia optimistis, jika seluruh persiapan dilakukan secara komprehensif, KEK SAMOTA bisa menjadi model pembangunan ekonomi daerah yang inklusif. Kawasan ini tidak hanya akan menjadi proyek investasi baru di NTB, tetapi juga mesin ekonomi yang benar-benar berpihak pada rakyat.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katada.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks