Pencarian

Majelis Adat Sasak Gelar Lomba Mewarnai Keris Lombok untuk 50 Anak TK dan SD di Mataram

Minggu, 12 Juli 2026 • 18:32:58 WIB
Majelis Adat Sasak Gelar Lomba Mewarnai Keris Lombok untuk 50 Anak TK dan SD di Mataram
Anak-anak TK dan SD di Mataram mengikuti lomba mewarnai Keris Lombok yang digelar Majelis Adat Sasak.

MATARAM — Puluhan anak-anak di Mataram mengikuti lomba mewarnai Keris Lombok yang digelar Majelis Adat Sasak (MAS) pada Minggu (12/7/2026). Kegiatan ini menyasar siswa TK hingga kelas tiga SD sebagai upaya mengenalkan budaya lokal sejak dini.

Koordinator Lomba, Irwan Prasetya, mengatakan sebanyak 50 peserta mengikuti lomba yang berlangsung di salah satu lokasi di Kota Mataram tersebut. Menurut dia, pemilihan keris sebagai media lomba bukan tanpa alasan.

Mengapa Keris Dipilih Sebagai Media Lomba?

Irwan Prasetya menjelaskan keris memiliki filosofi tersendiri dan sudah diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Dengan memperkenalkan keris sejak kecil, generasi muda diharapkan lebih mengenal dan menjaga benda pusaka tersebut.

“Keris sudah masuk sebagai benda warisan budaya yang diakui UNESCO,” kata Irwan Prasetya dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Antisipasi Klaim Budaya dari Pihak Lain

Irwan Prasetya juga menyoroti pentingnya pengenalan keris Lombok kepada anak-anak agar tidak lagi diklaim sebagai milik bangsa lain. Menurutnya, edukasi budaya harus dimulai sejak dini agar generasi muda memiliki rasa memiliki terhadap warisan leluhur.

“Jangan sampai keris Lombok diklaim oleh pihak lain,” tegasnya.

Orang Tua Dukung Pengenalan Budaya Lewat Lomba

Salah satu orang tua peserta, Novi, mengaku senang anaknya bisa mengikuti lomba tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini tidak hanya melatih kemandirian anak, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan budaya lokal.

“Dengan ikut lomba akan melatih kemandirian anak. Makanya, saya selalu mengikutkan anak lomba seperti kemarin ikut lomba di museum,” ujar Novi.

Novi berharap pemerintah maupun pihak terkait lebih sering mengadakan lomba bertema budaya. Menurutnya, langkah ini penting sebagai upaya mengenalkan budaya kepada anak-anak di tengah gempuran pengaruh global.

Bagikan
Sumber: mataramradio.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks