NUSA TENGGARA BARAT — Luis Enrique tidak meragukan ambisi Arsenal yang telah mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2006. Namun, ia menegaskan bahwa peluang menjadi tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar, setelah Real Madrid, adalah pendorong yang jauh lebih kuat.
“Motivasi Juara Bertahan Lebih Besar dari Pengejar Gelar Perdana”
“Ya, itu kuat,” kata Luis Enrique tentang keinginan Arsenal meraih trofi perdana. “Tapi tahukah Anda seberapa kuat mencoba memenangkan gelar kedua secara beruntun? Lebih besar. Jadi kami unggul.”
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pernyataan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, yang pekan lalu menyatakan, “Kami akan menjadi juara Eropa pada Sabtu.” Luis Enrique enggan mengomentari apakah pernyataan itu menjadi motivasi tambahan bagi PSG.
“Ini adalah sumber inspirasi bagi kami,” tambah pelatih asal Spanyol itu. “Kami sudah masuk dalam buku sejarah sebagai salah satu tim terbaik di Eropa. Tapi itulah yang kami cari. Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan kembali ke final Liga Champions, dan Anda harus memanfaatkannya.”
Dembélé Fit, 10 Pemain Starter yang Sama dengan Final 2024
Kabar baik datang dari Ousmane Dembélé dan Achraf Hakimi yang sudah pulih dari cedera dan masuk dalam skuad final. Luis Enrique diperkirakan akan menurunkan 10 pemain yang sama dengan starting XI saat menggilas Inter di Munich tahun lalu.
Dembélé sempat diragukan tampil karena cedera betis. Namun, penyerang Timnas Prancis itu mengaku tidak pernah khawatir akan absen di laga puncak. Ia justru memperingatkan bahwa PSG sangat lapar akan kemenangan.
“Kami adalah skuad muda yang sangat ambisius dan tidak ingin berpuas diri,” ujar Dembélé. “Kami tahu ini akan menjadi sesuatu yang bersejarah jika berhasil. Jika kami ingin menjadi pemain hebat, maka trofi seperti inilah yang harus kami menangi berulang kali.”
Rekor Final Luis Enrique: 11 Kemenangan dari 12 Laga
Luis Enrique sendiri memiliki rekor luar biasa di partai final. Dari 12 final yang ia lakoni sebagai pelatih, ia memenangkan 11 di antaranya. Catatan ini menjadi modal berharga bagi PSG yang ingin mengukuhkan dominasi mereka di Eropa.
Arsenal, di sisi lain, berusaha mengakhiri penantian panjang sejak kekalahan 2-1 dari Barcelona di final 2006. Pertandingan di Budapest nanti akan menjadi ujian sejauh mana ambisi The Gunners mampu menandingi pengalaman dan mental juara bertahan PSG.