MATARAM — Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Nusa Tenggara Barat resmi menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah perhelatan nasional tersebut. Penunjukan NTB sebagai lokasi penyelenggara diputuskan dalam rapat internal organisasi yang berlangsung di sela-sela peringatan HUT REI ke-54 di Lampung.
Ketua DPD REI NTB, Hery Atmaja, mengaku langsung mengangkat tangan saat sesi penentuan tuan rumah. “Waktu di Lampung ada rapat internal menentukan tuan rumah. Saya angkat tangan menyatakan NTB siap menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Bukan Sekadar Rapat, Peserta Ajak City Tour Seminggu
Rangkaian HUT ke-55 REI akan berlangsung selama empat hari. Namun, panitia juga menjadwalkan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata unggulan di NTB yang berlangsung sekitar satu pekan. Peserta yang hadir bukan hanya berasal dari kalangan pengembang properti.
“Peserta yang hadir bukan hanya developer, tetapi juga pelaku usaha lain seperti perhotelan, pabrik, dan sektor terkait lainnya,” kata Hery. Kehadiran lintas sektor ini diyakini bakal menggerakkan perekonomian lokal, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dampak Ekonomi: UMKM dan Sektor Pariwisata Jadi Sasaran
DPD REI NTB menilai kegiatan berskala nasional ini akan mendorong perputaran uang di daerah. “Ketika mereka berkumpul di satu tempat, pasti UMKM di sekitar lokasi ikut bergerak. Ekonomi lokal akan terdongkrak,” ujar Hery.
Selain forum bisnis dan rapat internal, acara juga akan dimeriahkan dengan gala gathering. Panitia berencana menghadirkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta kementerian terkait sektor perumahan lainnya.
Penanaman Satu Juta Pohon dan Promosi Wisata Halal
Agenda sosial juga disiapkan, yakni program penanaman satu juta pohon yang melibatkan pemerintah daerah dan berbagai pihak. Hery berharap momen ini menjadi ajang promosi besar-besaran bagi NTB, termasuk melalui unggahan media sosial ribuan peserta dari berbagai daerah.
“Kami ingin menyampaikan bahwa NTB adalah salah satu destinasi wisata halal terbaik di Indonesia,” ujarnya. Rencana penyelenggaraan ini telah disampaikan kepada Gubernur NTB dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat.