GIRI MENANG — Family gathering STTL Mataram di Hotel Lois Kainne itu melibatkan seluruh unsur institusi, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga petugas operasional atau office boy (OB). Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kontribusi setiap individu dalam mendukung kegiatan perguruan tinggi.
Zulkarnain menilai kegiatan di luar rutinitas kerja dapat menjadi momentum bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk menyegarkan kembali semangat. Selain itu, ajang ini mempererat hubungan personal dan membangun energi positif dalam menjalankan tugas.
“Gathering bukan sekadar jalan-jalan, tetapi juga investasi motivasi bagi organisasi,” ujarnya.
Rutinitas pekerjaan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu kejenuhan apabila tidak diimbangi dengan suasana kerja yang sehat dan kesempatan untuk memulihkan energi. Dalam lingkungan perguruan tinggi, beban dosen dan tenaga kependidikan berbeda.
Dosen berperan dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tenaga kependidikan mendukung kelancaran administrasi serta pelayanan institusi. Karena itu, membangun suasana kerja yang nyaman dan saling mendukung menjadi kebutuhan bersama.
Melalui family gathering, civitas akademika STTL Mataram diharapkan menikmati suasana yang lebih santai. Mereka juga bisa berinteraksi tanpa sekat formalitas jabatan dan memperkuat hubungan di luar aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Zulkarnain menekankan kegiatan gathering memiliki sejumlah manfaat bagi organisasi, terutama menjaga motivasi dan memperkuat hubungan antarkaryawan.
Unsur keluarga dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap kesejahteraan pegawai dapat dilihat secara lebih menyeluruh. Lingkungan kerja yang memperhatikan hubungan sosial berpotensi menumbuhkan rasa memiliki dan loyalitas terhadap institusi.
Sebuah institusi tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu, tetapi juga pada kesediaan seluruh anggota untuk bekerja sama, saling memahami, dan menjalankan tanggung jawab secara beriringan. Ketika hubungan antarkaryawan terjalin baik, koordinasi pekerjaan diharapkan lebih mudah.
Perbedaan tugas dan tanggung jawab pun dapat dipandang sebagai bagian yang saling melengkapi, bukan sebagai batas yang memisahkan.
Pelaksanaan family gathering tidak berhenti pada terciptanya suasana menyenangkan selama kegiatan berlangsung. Tantangan berikutnya adalah membawa semangat kebersamaan tersebut ke dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Harapannya, seluruh civitas akademika STTL Mataram kembali menjalankan tugas dengan motivasi lebih baik, memperkuat komunikasi lintasbagian, dan membangun kerja sama yang semakin solid. Manfaat gathering juga perlu diperkuat melalui komunikasi yang baik, kepemimpinan yang suportif, serta lingkungan kerja yang menghargai kontribusi setiap individu.
Motivasi kerja dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kepemimpinan, penghargaan, kesempatan berkembang, hingga kondisi lingkungan kerja. Gathering menjadi salah satu sarana pendukung yang perlu berjalan beriringan dengan pengelolaan sumber daya manusia di institusi tersebut.