NUSA TENGGARA BARAT — Fitur Personal Data Intelligence di ponsel Samsung diam-diam menguras baterai karena memproses personalisasi langsung di perangkat, bukan di cloud. Mematikannya lewat menu Security and privacy terbukti menambah waktu layar Galaxy S21 FE dari lima jam menjadi sekitar enam jam. Pengguna Galaxy lawan maupun seri terbaru bisa mencoba langkah ini jika merasa baterai cepat habis.
Personal Data Intelligence bekerja dengan menganalisis pola pemakaian dan data di dalam ponsel untuk memberi saran yang muncul di berbagai fitur Samsung. Karena pemrosesannya dilakukan on-device, chipset ponsel terus bekerja di latar belakang meski pengguna jarang menyentuh rekomendasi yang dihasilkan. Pada perangkat yang bukan flagship, beban kerja tambahan ini berkontribusi signifikan terhadap borosnya daya.
Samsung sebenarnya sudah lama menawarkan personalisasi semacam ini. Sebelum Galaxy AI diperkenalkan, widget Smart Suggestions sudah merekomendasikan aplikasi, kontak, hingga agenda kalender berdasarkan kebiasaan pemakaian. Nama Personal Data Intelligence baru muncul mengikuti gelombang AI, tetapi konsep di baliknya sudah ada sejak beberapa generasi sebelumnya.
Fitur ini menopang berbagai layanan AI di ponsel Samsung. Tergantung perangkat dan versi software, ia bisa merekomendasikan aplikasi, menyarankan jadwal kalender, dan mempersonalisasi informasi yang tampil di antarmuka. Pengguna tidak perlu membuka aplikasi AI terpisah karena sarannya menyatu di fitur yang sudah dipakai sehari-hari.
Samsung memperluas teknologi ini lewat Personal Data Engine yang diperkenalkan bersama Galaxy S25 pada Januari 2025. Mesin tersebut menganalisis kebiasaan dan preferensi di perangkat untuk mendukung fitur seperti Now Brief dan pencarian bahasa natural di Gallery. Samsung menyatakan mesin ini aktif ketika Personal Data Intelligence dinyalakan.
Pemrosesan on-device memang menguntungkan dari sisi privasi karena data tidak keluar dari ponsel. Konsekuensinya, beban komputasi ditanggung perangkat sendiri. Pada ponsel dengan chipset kelas menengah atau model lama, dampaknya terasa pada durasi baterai dan suhu perangkat.
Pada Galaxy S21 FE yang dipakai jurnalis Android Authority, waktu layar menyusut dari lima hingga enam jam menjadi sekitar empat jam seiring bertambahnya usia perangkat. Setelah Personal Data Intelligence dimatikan, waktu layar kembali ke kisaran enam jam, cukup untuk bertahan seharian sebelum dicas.
Ponsel juga terasa lebih dingin meski masih menghangat saat dipakai berat. Pemilik Galaxy lain melaporkan hasil serupa, termasuk berkurangnya panas berlebih dan konsumsi daya. Sebagian pengguna mengaku tidak merasakan perbedaan signifikan, tergantung model dan intensitas pemakaian.
Pengaturan ini tersembunyi cukup dalam di menu Samsung. Berikut langkahnya:
Letak dan penamaan menu bisa berbeda antar versi software. Jika tidak menemukannya, ketik "Personal data intelligence" di kolom pencarian Pengaturan untuk langsung menuju opsi tersebut.
Konsekuensi paling jelas adalah hilangnya saran personal yang bergantung pada fitur ini, seperti rekomendasi aplikasi dan agenda otomatis. Samsung juga menyatakan mematikan Personal Data Intelligence akan menghapus data hasil analisis, bukan menghapus foto atau entri kalender milik pengguna.
Bagi pengguna yang jarang memakai saran tersebut, mematikannya menjadi trade-off yang masuk akal demi daya tahan baterai lebih panjang. Sebaliknya, pemilik Galaxy S25 atau model flagship terbaru dengan chipset efisien mungkin tidak merasakan dampak sebesar perangkat lama.
Fitur ini paling relevan untuk pemilik Galaxy seri lama atau menengah yang mengalami penurunan daya tahan baterai. Sebelum memutuskan ganti ponsel, menonaktifkan Personal Data Intelligence adalah langkah gratis yang layak dicoba lebih dulu.